Kesempurnaan agama Islam

Kesempurnaan agama Islam

Kesempurnaan agama Islam

Agama Islam, yang dengannya Allah mengutus nabi Muhammad -shallallahu alaihi wa sallam- untuk seluruh manusia adalah agama keimanan kepada Allah dan tauhid kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman: {Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Katakanlah (ya Muhammad): “Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam}[QS. Gafir:65-66]

Ia adalah agama keikhlasan beribadah kepada-Nya semata. Ia berfirman: {“Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia”} [QS. Yusuf:39-40]

Ia adalah agama yang sesuai dengan akal sehat, jika ditampilkan dengan sesungguhnya dan kejernihannya maka seluruh jiwa akan tunduk patuh kepadanya. Allah Ta’ala berfirman: {“Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”}[ QS. Yusuf:40]

Agama yang berdasarkan dalil dan bukti {Katakanlah: “Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar”}
[QS. An Naml:64]

Agama yang mendatangkan ketenangan dan kebagahiaan {Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik} [QS. An Nahl:97]

Dalam agama Islam, yang dengannya Allah Ta’ala mengutus rasulnya, Muhammad -shallallahu alahi wa sallam-, Allah menghalalkan segala yang baik lagi bermanfaat dan mengharamkan segala yang buruk lagi berbahaya, memerintahkan segala perkara baik dan melarang segala bentuk kemungkaran. Ia adalah agama yang mudah dan toleransi, tidak terdapat kesulitan di dalamnya dan juga tidak ada beban dan tanggung jawab yang tidak mampu dipikul oleh manusia. Allah Ta’ala berfirman: {(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung} [QS. Al A’raf:157]

Dan ia adalah agama yang komprehensip dan sempurna, relevan pada setiap waktu dan tempat hingga hari kiamat. Ia datang membawa segala hal yang dibutuhkan manusia dalam perkara agama dan dunianya.

Ia adalah jalan kebahagiaan dan ketenangan jiwa, jalan ilmu dan peradaban, jalan keadilan dan kebaikan, jalan harga diri dan kebebasan, jalan seluruh kebaikan dan kebajikan, betapa agung dan sempurnanya agama ini! Siapakah yang lebih baik agamanya dari orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah Ta’ala?. Ia berfirman: {Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya}[QS. An Nisa:125]

Ini adalah ajakan dari Penciptamu Yang lebih sayang terhadap dirimu daripada dirimu sendiri, Ia mengajakmu keluar dari kegelapan menuju cahaya. Ia berfirman: {Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”} [QS. Ali Imran:64]

Disamping hamba yang menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala, ada juga manusia lain yang menutup fitrah keislaman dengan penutup berupa penolakan dan pengingkaran, padahal begitu banyak bukti-bukti dan mukjizat yang menunjukkan kebenaran agama ini, ia lebih memilih kesyirikan, menyelisihi tauhid kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kegelapan, ilustrasi, mitos dan dongeng daripada cahaya kebenaran, keyakinan dan petunjuk.

Ia memilih menjadi hamba bagi pendeta dan pemuka agama, padahal mereka juga manusia sepertinya, bahkan menjadi hamba rasul ketimbang hamba Allah Yang Maha Esa. Ia merusak fitrahnya, menutup akalnya dan tunduk pada hawa nafsu dan syubhat, lalu meninggalkan fitrah dari Allah yang Ia ciptakan manusia di atasnya, setiap anak yang lahir berada pada fitrah Islam. {Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui} [QS. Ar Rum:30]

Silahkan lihat sendiri kondisi orang kafir yang terjatuh dalam kesesatan jauh dan nyata. Allah Ta’ala berfirman: {Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka} [QS. Fathir:39]

Apa dasar, sumber dan karakteristik agama ini?

Tidak ada penghambaan selain kepada Allah

py.jpg

Ibrahim Khalil
Pendeta misionaris asal Mesir

Aku sangat terkesan dengan aturan tauhid dalam Islam, dan ia adalah ajaran Islam yang paling menonjol. Tauhid menjadikanku hamba bagi Allah semata, bukan hamba bagi manusia. Tauhid dalam Islam menjadikan manusia netral, tidak tunduk kepada manusia manapun, dan itulah hakikat kebebasan, maka tidak ada penghambaan kecuali kepada Allah semata

Agama dan dunia bersama5_30.jpg

Michael Hart
Penulis asal Amerika

Kolaborasi yang unik ini yang tidak ada tandingannya dalam memberi pengaruh pada sisi agama dan dunia, mendukungnya untuk menjadi pribadi yang memiliki pengaruh dalam sejarah manusia

Mengapa tidak

Goethe
Sastrawan German

Jika ini adalah Islam, maka tidakkah kita semua menjadi orang islam

Keyakinan Muhammad terhadap ajarannya

5_32.jpg

Jawaharlal Nehru
Perdana menteri India pertama

Bisa jadi para raja dan pemimpin yang yang menerima buku rasul ini merasa kaget terhadap orang sederhana ini yang mengajak mereka untuk ta’at, namun pengiriman buku-buku ini memberi kita gambaran tentang tingkat kepercaan Muhammad terhadap dirinya dan ajarannya, dengan kepercayaan dan keimanan ini beliau mempersiapkan untuk umatnya penyebab-penyebab kekuatan dan kejayaan serta benteng kuat, mengubah mereka dari penduduk padang pasir menjadi pemimpin-pemimpin yang menaklukkan setengah dunia pada zamannya, dan Muhammad wafat setelah beliau mengubah suku-suku arab yang saling bermusuhan menjadi ummat yang bersatu yang memiliki semangat dan girah yang membara

Apa dasar, sumber dan karakteristik agama ini?