India…negara yang mengagumkan

India…negara yang mengagumkan

India…negara yang mengagumkan

4

India…negara yang mengagumkan

India…negara yang mengagumkan

(1)

Di bandara, setelah George menyelesaikan administrasi keimigrasian dan prosedur masuk, dia melihat Micahel menunggunya, dia mengenalnya lewat foto dia yang di kirim lewat email, Michael menyambutnya dengan berlebihan, dan menanyakannya apakah dia ingin pergi ke hotel, atau ingin jalan-jalan sebentar di sekitar kota.
  • George: Terimaksih, antar saja saya ke hotel, saya lelah dari perjalanan dan perubahan waktu ,mungkin kita akan jalan-jalan besok pagi sebelum pergi ke kantor.
George melihat Michael yang sangat tampan, sambutannya yang begitu sopan hampir seolah2 dibuat-buat, ketika masih melihat dia pergi dengan mobil yang mewah yang menunjukkan bahwa dia itu termasuk dalam golongan orang orang kaya di negeri ini yang di penuhi dengan orang-orang miskin.
Di hari berikutnya tepat pukul 07.00 pagi, George turun dari kamarnya dengan gembira, setelah merasa sudah cukup beristirahat dari kemarin, dia melihat Michael di lobi hotel menunggungunya, Seperti yang dia lihat kemarin adalah dengan ketampanan yang terpancar, dia menyambutnya dan bersama menuju mobil.
  • Michael: Gimana pendapatmu kalau kita jalan-jalan satu jam,kita akan ngantor pada jam 08.30??
  • George: Bagus, saya senang mengenal tentang India.
Sepanjang waktu Michael menerangkan dan mengenalkan bangunan-bangunan dan gereja-gereja yang membanggakan, India adalah Negara yang kuno dalam sejarah, George melihat dia menghindar dari pembicaraan tentang bangunan-bangunan yang besar, padahal pertanyaan George berkisar tentang itu, begitu juga dia menghindar dari membicarakan tentang patung-patung Budha yang ada di setiap tempat, dia menanyakannya lebih dari sekali tapi tidak ada jawaban, seakan-akan dia ingin menggambarkan bahwa India adalah Negara Kristen saja, George mencukupkan dengan melihat-lihat dan tidak berkomentar, dia ingat bahwa Kach menceritakan bahwa Michael adalah seorang Katholik yang fanatik.
Jam 08.30, George dan Michael sampai ke kantor, mereka menghabiskan waktu di sana sampai jam 11.00 mendiskusikan tentang usaha, proyek dan kontrak, ketika Michael merasa agak santai seperti George, tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan berkata kepadanya :
  • Michael: Anda seorang Kristen seperti saya?? kenapa kita membiarkan Kach yahudi memanipulasi kontrak dengan semua karyawan, apa pendapat anda kalau manipulasi hanya pada kontrak orang-orang Hindu, Budha dan Muslim saja, dan kita mengharuskan kalau kontrak dengan orang-orang Kristen adalah yang terbaik, saya tidak ingin orang yahudi ini merampas hak kita
  • George: Apakah termasuk keadilan kita merampas hak orang Hindu, Budha dan Muslim??
Michael terpaksa diam.. mereka kembali menyempurnakan pekerjaan mereka hingga jam 13.00 siang, di sini George minta istirahat karena dia telah mengerahkan semua kesungguhannya.
Dalam perjalanan ke hotel mereka melewati jalan yang sama ketika mereka datang, ketika melihat bangunan yang besar, George sengaja bertanya kepada Michael lagi :
  • George: Siapa yang membangun bangunan yang bagus ini??
  • Michael: Orang-orang islam…orang-orang yang merampas.
  • George: Lalu apa ini??
  • Michael: Tempat ibadah orang Budha yang primitif..mereka menyembah batu dan orang-orang seperti kita!!
Ketika George merasakan ketegangan Michael dari pertanyaan ini dia memilih diam dan mendengar di sisa perjalanan.

(2)

Michael dan George sepakat untuk pergi pada jam empat untuk pergi makan siang, dia telah menyiapkan pesta sederhana tapi layak untuk penyambutannya, ketika George turun dari kamarnya dan naik mobil Michael, kemudian dia bertanya mengejutkan :
  • Michael: Ada kebiasaan yang Kach minta ketika dia datang, tapi saya tidak melihat kamu memintanya!!
  • George: Apa itu??
  • Michael: Kita tunda jawaban hinga kita sampai ke restaurant, saya yakin kamu senang dengan kejutan ini.
Mereka sampai ke reataurant Mahkota India, dia membicarakan tentang keagungan dan eksotis dari segala aspek, George kagum dengan kecantikan dan keindahannya yang masih dalam mode tradisional, dan juga bau kayu india yang semerbak yang dia heran meskipun biasanya dia tidak suka baunya, Michael tersenyum kepadanya dengan penuh makna, lalu dia bilang yang ada di ruangan khusus akan jauh lebih bagus lagi.
Di ruangan khusus George melihat dua gadis yang sangat menggoda kira-kira umurnya 20 tahuan, mereka melihat kepadanya sambil tersenyum,l alu dia menyalaminya sambil tersenyum, kemudian Michael mengisyaratkan dan memukul ringan pundaknya dengan beberapa pukulan.
  • Michael: Apa pendapatmu dengan kejutan ini??
  • George: Bagus banget.
  • Michael: Ketika Kach datang dia selalu datang ke sini untuk makan siang, lalu dia membawa dua gadis atau salah satunya di hotel untuk menghabiskan malam yang menyenangkan.
Tampak di muka George roman tersingsung, lalu menjawabnya dengan dingin :
  • George: Kejutan yang bagus bagi saya ini adalah tempat yang bagus.
  • Michael: Aneh, apa kamu tidak kagum dengan dua gadis itu?
  • George: Mereka memang sangat cantik,,yang aneh itu anda!! saya bukan Kach!
  • Michael: Apa yang anda masud??
  • George: Apa anda lihat yang di lakukan Kach itu baik?? Karena itu saya akan lakukan seperti dia.??
  • Michael: Kach tidak akan menandatangani kontrak kecuali dengan cara ini.
  • George: Jadi, dia ini suap bagi saya agar saya menandatangani kontrak.
  • Michael: Maaf,apa yang anda maksud??
  • George: Saya sudah beristri, saya tidak suka menghianati istri saya, bukannkah ini ajaran Kristen wahai Michael??
  • Michael: Tentu.tentu…
Pelayan datang dengan membawa menu makanan dan di sodorkan kepada Michael, lalu berbicara dengan bahasa India lalu pergi dan pergi juga bersamanya dua gadis itu, kemudian menoleh kepada George sambil pura-pura senyum :
  • Michael: Saya pesan untukmu seperti seleraku,atau anda senang memilih sendiri??
  • George: Anda saja yang pilih,anda lebih tahu daripada saya.
George ingin mengubah suasana pertemuan yang telah mejadi kemelut, maka dia teringat Katrina yang minta berkali-kali kepadanya sebuah salib dari India yang mengingatkannya tentang kemenangan orang-orang Kristen atas perlawanan orang-orang islam di India, kemudian Pakistan dan Bangladesh memisahkan diri dari India, lalu berkata kepada Michael :
  • George: Anda adalah orang yang paling tahu dimana tempat pembuatan salib yang paling bagus, apakah anda bisa menunjukkan tempat dimana saya bisa beli salib buat istriku??
  • Michael: Akan di antar ke kamar anda di hotel, “lalu ia menambahkan” : Saya akan beri tahu berapa harganya, dan ini bukan suap!!
  • George: Tahukah anda, meskipun saya orang Kristen protestan tapi saya tidak banyak tahu mengenai ajaran Kristen, sepengetahuanku anda dalah orang yang religius, bisakah Anda meyakinkan saya dengan agama saya??
  • Michael: Kristen adalah agama samawi yang turun dari Allah, tidak seperti agama Ardhiyah yang di buat manusia.
  • George: Agama apa yang anda maksud??
  • Michael: Buddha, Hindu, Zoroastrianisme dan yang lainnya, di India ada sekitar ratusan agama.
George teringat kembali dalam pikirannya mengenai percakapannya dengan Adam, maka dia ingin melanjutkan melontarkan pertanyaan kepada Michael, gar dia tahu bagaiamana pandangan dia tentang agama, dan bagaimana dia menjelaskan keberadaannya.
  • George: Apa yang menguatkan bahwa agama Nasrani dan lainnya adalah agama sawawi bukan ardhi??
  • Michael: Yang menetapkan adalah sejarah, keadaan berturut-turut dan persaksian, jika anda bertanya kepada orang hindu dia akan mengatakan padamu kalau Kristen itu agama samwai, itu agama yang diperbaharui oleh manusia.
  • George: Saya pikir bahwa kesederhanaan itu yang menunjukkan bahwa agama-agama samawi itu lebih benar di banding dengan agama ardhi.
  • Michael: Kesederhanaan itu adalah kata yang indah, benar, ia adalah yang paling benar, apakah ada keraguan di sana??
  • George: Ini adalah perkataan semua orang Kristen, tapi saya dengan kesederhanaan ingin memastikan hal itu dengan diri saya dan saya akan melihat dengan mata kepala saya.
Setelah seharian penuh dan padat dengan percakapan dan dialog, George pergi ke hotel, ketika dia berbaring di ranjang dia senang mengingat kembali apa yang telah terjadi dan tidak merasa bahwa dirinya selalu mengulang-ulang perkataan Adam : “yakinkan bahwa anda mengambil hal yang sederhana bukan hal yang rumit dan juga dengan rasa senang bukan kesedihan”.
Dia menghidupkan televisi agar dia menemukan acara dengan bahasa India dan disertakan terjemah bahasa ingris, tentang ajaran Hindhu dan pelajaran akhlaknya yang bagus, program ini menekankan bahwa agama Hindhu adalah gabungan antara agama Arya yang fokus kepada pensucian kekuatan alam dan agama orang-orang india kuno yang berfokus terutama pada hal-hal yang di cintai oleh orang-orang India kuno, setelah beberapa waktu situasi berkembang menjadi suatu penggabungan, mereka mulai -takut hilangnya hak istimewa dari beberapa kelas- dalam penulisan beberapa pemikiran tentang masalah ini,d an pemikiran ini di sebut dengan VIDA atau WIDA, WIDA adalah kitab suci teragung bagi orang-orang Hindhu dan artinya adalah : undang-undang atau hikmah (kebijksanaan), kemudian mereka mulai menulis undang-undang dan ketentuan diantaranya : memberikan hak istmewa kepada orang kulit putih yang tidak dimiliki oleh orang kulit hitam. Tentu saja penulisan ini di mulai dengan memberikan hak bagi minoritas untuk berkembang dan menjadi besar, maka menghafal undang-undang ini menjadi susah dalam hati, maka mereka mengatakan : ini harus di susun dan di tulis lalu mereka mulai menulis, penulisan ini berlanjut selama 10 abad -1000 tahun- penulisan kitab suci ini terus berlanjut sampai di sahkan oleh keputusan majlis tertinggi ketika pendeta Hindhu tidak mungkin lagi menambahkan apapun padakitab ini, kalau belum di sahkan maka akan terus ada penambahan terus pada kitab ini, kitab ini akan menjadi sangat besar terdiri dari beberapa jilid. Program tersebut menarik perhatiannya bahwa Hindhu adalah agama yang tidak cocok kecuali hanya untuk orang yang tinggal di India dan orang-orang Hindhu memutuskan dalam konferensi ulama mereka, bahwa agama ini adalah khusus untuk di India dan orang Hindhu ketika keluar dari India tidak di sebut lagi sebagai orang Hindhu, lalu ia tertawa mengejek kepada agama yang mengherankan dan fanatik ini, sampai tempat sekalipun, tapi dia sadar pada dirinya sendiri :
  • George: Apapun itu, itu adalah keputusan manusia bukan tuhan, begitulah kesederhanaan…di setiap kesederhanan..sepertinya saya sudah mulai melihat apa yang selama ini saya cari, tapi,ini belum cukup…

(3)

Pada jam 08.00 pagi, Michael menepati janjinya menunggu George di lobi ruang resepsionis, dia tersenyum melihat George menghampirinya, dia menyembutnya dengan nada yang bijaksana,dan berkata kepadanya :
  • Michael: Hari ini anda di hadapkan pekerjaan yang panjang sama seperti kemarin,apa anda siap?
  • George: Tentu, saya datang untuk itu!!
Dalam perjalanan mereka, George melihat patung yang aneh tidak sama dengan patung Budha, dia menolehkan kepalanya sambil mutar, lalu Michael menertawaknnya :
  • Michael: Apa yang terjadi denganmu?? itu adalah salah satu sesembahan, saya kan sudah bilang padamu kalau agama Ardhiyah setiap hari mereka membuat sesembahan baru.
  • George: Saya ingin duduk bersama seseorang yang berasal dari agama ardhiyah.
  • Michael: Hahaha, anda akan makan siang bersama direktur operasional perusahaan, dia seorang Budha yang religius.
Mereka sampai ke kantor dan larut dalam pekerjaan, Michael memperhatikan dengan jelas bahwa George sangat beda dengan Kach, George lebih mementingkan agama dan selalu menanyakannya, dia ingin mengetahui tentang agama itu, kayaknya dia punya banyak prinsip-prinsip yang harus dia hormati, berbeda dengan Kach yang tidak peduli kecuali harta dan seks, ketika mereka selesai tepat jam dua belas, Michael lebih mendekat dari George sambil berkata dengan nada pelan :
  • Michael: Setelah kita selesai saya ingin memeberitahu kamu tentang sesuatu tentang diriku.
  • George: Silahkan.
  • Michael: Anda tidak seperti Kach, padahal kalian dari perusahaan yang sama.
  • George: Hahaha, maksudmu dua gadis restaurant??
  • Michael: Itu salah satunya, dan yang lain masih banyak.
  • George: Oke, menurut anda, apa sebab perbedaan ini??
  • Michael: Agama dengan semua kesederhanaannya.
  • George: Dan anda,bukankah anda orang yang religius dan sejalan dengan Kach??
  • Michael: Mungkin, tapi…tidak penting apa yang saya lakukan itu benar.
Michael berdiri untuk pergi, kemudian menoleh ke George :
  • Michael: Apa kamu tidak ingin ketemu Jyotsana?
  • George : Siapa Jyotsana??
  • Michael: Dia adalah direktur operasional dan dia beragama Budha.. apa akamu tahu arti Jyotsana??
  • George : tidak
  • Michael: Makanya : cahaya bulan, kemudian ia tersenyum dan berkata”: hahaha, tapi umurnya sekarang mendekati 60 tahunan dan bukan merupakan sogokan.
  • George : Tentu, saya ingin bertemu dengannya, apakah kamu bias makan siang bersama saya di hotel jam 16.00
  • Michael: Bisa ,setelah menemuinya kamu akana tahu anugrah kristus..
Ketika George turun dari kamarnya untuk makan siang dia melihat wanita berumur sedang menunggunya,dari raur mukanya terlihat campuran India dan China, atau dia memang kelihatan seperti itu, dia mendekatinya sambil memberikan salam penghormatan
  • George: Hallo Nyonya Jyotsana.
  • Jyotsana: Hallo, senang bertemu anda.
Dia mengundangnya untuk makan siang di tempat yang terbuka di restaurant hotel, lalu dia berterimakasih padanya, jelas bahwa dia adalah wanita yang terhormat dan berbudi pekerti luhur.
George memilih sisi meja untuk duduk, dia mengulangi untuk mempersilahkannya :
  • George: Michael bicara banyak tentang anda kepadaku.
  • Jyotsana: Anda juga, Michael bicara banyak tentang anda kepadaku, dia bilang kalau anda ingin makan siang denganku, karena anda ingin mengenal Budha.
  • George: Benar.
  • Jyotsana: Sebelum kita bicara, aku melihat sesuatu dalam dirimu bahkan di perusahaan semua karyawan membicarakan itu.
  • George: Apa itu??
  • Jyotsana: Anda beda dengan Kach.
  • George: Darimana mereka tahu??
  • Jyotsana: Tersebar berita kalau anda menolak membedakan antara Kristen ,Budha, Hindhu dan Islam dalam manipulasi kontrak, begitu juga tersebar kalau anda menolak dua gadis itu dan yang lainnya.
  • George: Apakah mereka kagum dengan ini??
  • Jyotsana: Paling tidak bagi saya sebagai seorang Budha…iya.
  • George: Saya tahu tidak ada manipulasi kontrak, tapi bagaimana dengan berbuat curang ( selingkuh )?
  • Jyotsana: Kami sebagai orang Bhuda memebenci selingkuh dan mengumbar nafsu, bahkan kami berpendapat bahwa kejahatan itu kembali pada tiga hal : yang pertama, menyerah kepada perlindungan dan nafsu, di antara nasihat Budha adalah : “jangan melakukan kehidupan dalam hidup, jangan mencuri jangan marah, jangan bohong, jangan minum yang memabukkan, jangan berzina, jangan makan makanan yang matang tidak pada waktunya, jangan menari, jangan datang tempat manari atau pesta musik, jangan berobat ke dokter, jangan membeli kasur yang empuk jangan mengambil emas dan perak”.
  • George: Wasiat yang bagus sekali, tapi saya punya – kalau anda mengizinkan- beberapa pertanyaan : kenapa kalian tidak boleh pergi ke dokter, tidak boleh memakai emas dan perak, atau tidak boleh membeli kasur yang empuk?? bukankah itu adalah idiologi sosialis?
  • Jyotsana: Tidak mementingkan urusan dunia adalah ciri-ciri yang paling penting dari agama Budha, termasuk juga tidak menikah dan kaya, meninggalkan diri sendiri dari perkara yang anda telah mendengarnya, dunia adalah pangkal kejahatan.
  • George: Saya kagum dengan karakteristik yang penting bagi Budha itu, kita tidak boleh hidup dan tidak boleh bersenang-senang di dinuia ini, sedangkan tabiat manusia adalah senang dengan dunia dan kecenderungan kepada lawan jenis,,,,siapa Budha itu??
  • Jyotsana: Saya sudah bilang pada anda dunia adalah pangkal kejahatan, dan meningggalkan dunia adalah pangkal kebaikan, adapun jawaban siapa itu Budha?? ini adalah pertanyaan yang sulit jawbannya!!
  • George: Bagaimana jawaban siapa Budha itu sulit??b ukannkah dia itu tuhan dan utusan kalian, atau dia adalah penyelamat yang kalian bersandar kepadanya??...
  • Jyotsana: Saya telah berhenti setengah dari kesulitan, kami belum sepakat apakah dia seorang utusan, penyelamat, tuhan,a nak Allah, guru atau yang lainnya….
  • George: Masuk akal??
  • Jyotsana: Cina utara berbeda dengan Cina selatan, Burma berbeda dengan Srilanka dalam menentukan itu, bukan ini penting, yang terpenting adalah memulyakan diri anda secara rohani agar anda menjadi seorang Budha.
  • George: Memulyakan diri dengan meninggalkan pernikahan dan harta, dan juga memakai pakaian yang kasar.??
  • Jyotsana: Iya, jangan mencuri, jangan berbohong, jangan mabuk dan jangan membunuh.
Terlihat dari pandangan George – ketikad ia bicara kepada Jyotsana- dia memakai pakaian yang yang bagus, dia sengaja menanyakannya dan dia membenarkan pandangannya pada keanggunannya.
  • George: Apa orang Budha harus seperti itu??
  • Jyotsana: Iya..lalu dia tersenyum : Pada kondisi tertentu, pada satu situasi kehidupan kita tidak mungkin hidup dengan pesan yang bijaksana ini.
  • George: Jadi, itu hanya pesan moral saja, tidak cocok bagi kehidupan kebanyakan manusia.
  • Jyotsana: Pada kondisi tertentu juga…sampai anda juga begitu.
  • George: Apa yang anda maksud??
  • Jyotsana: Terus terang, Michael adalah orang yang sangat religius, tapi dia mendatangkan gadis-gadis untuk Kach ketika dia datang, dan memanipulasi kontrak, saya tahu orang-orang Kristen banyak yang minum-miuman keras, bukankah ini suatu kesalahan menurut kalian??
  • George: Anda benar, tapi yang terpenting bagi saya adalah fokus pada agama itu sendiri.
  • Jyotsana: Bagiku tidak ada perbedaan yang mencolok, saya pikir kita ini sama satu sama lainnya.
Kemudian dia mengusap mulutnya menandakan dia telah selesai makan, lalu dia memanggil pelayan dan minta sepiring manisan india, kemudian melanjutkan percakapan dengannya :
  • George: Bukannkah kalian berbedadalam hal tuhan atau utusan kalian atau…apakah kalian sepakat dalam hal undang-undang, peraturan dan ajaran??
  • Jyotsana: Kami mengembangkan ajaran ini pada setiap periode waktu dan wilayah…
  • George: Kalian memperbaharui itu??
  • Jyotsana: Iya, Bhuda adalah agama yang berkembang sesuai zaman, Budha itu kita yang kita buat dan bukan agama samawi seperti yang kalian klaim dalam Kristen, meskipun sebagian kita ada yang mengatakan Budha itu asalnya samawi, tapi saya ragu dengan itu.
  • George: Bolehkah saya mengajukan pertanyaan sederhana secara langsung walau agak sulit??
  • Jyotsana: Silahkan!! orang-orang Budha senang dengan kesederhanaan.
  • George: Apakah anda yakin bahwa agama samawi tiu lebih utama atau agama bumi??
Jyotsana merenung sebentar dan terdiam sejenak, lalu mengangkat kapalanya dan menarik nafas :
  • Jyotsana: Secara jujur.. tidak ada keraguan agama samawi adalah yang lebih utama..ini dari segi prinsip, akan tetapi banyak dari pemeluk agama samawi mereka menjadi orang yang paling buruk…”kemudian sambil tersenyum” ; Ambil saja contoh Kach seorang Yahudi atau yang lebih rendah Michael orang Kristen, mereka memanipulasi harta orang dan mencurinya.
  • George: Anda benar…anda benar, akan tetapi kenapa anda tidak memeluk agama samawi maka anda akan jadi orang yang benar.??
  • Jyotsana: Saya dilahirkan dari bapak dan ibu Budha, karena itu itu saya memeluk Budha, akan tetapi siapa yang tahu, mungkin setelah meninggal saya jadi Yahudi, Muslimah atau Kristen.
  • George: Setelah mati??
  • Jyotsana: Iya.. jiwa saya akan pindah ke orang lan stelah kematiann,dan sekarang umur saya sudah 60 tahun.
  • George: Apakah anda percaya dengan reinkarnasi??
  • Jyotsana: Tidak,tapi itu ada pada agama kita.
Tampak jelas pada Jyotsana kelelahan dalam diskusi dan perdebatan, terutama setelah jam bekerja selesai secara langsung, kemudian dia ingin mengakhiri pertemuan ini, badannya tidak bisa duduk lebih lama.
  • Jyotsana: Apakah ada pertanyaan lain atau bantuan yang bisa saya bantu??
  • George: Tidak, terimakasih, anda telah banyak membantu saya, dan juga saya banyak belajar dari anda.
Lalu mempersilahkan dia pergi.
Michael menelpon George pada sore hari memberitahu dia akan mendapatkan salib yang dia cari pada pegawai resepsionis, “di sertai dengan suatu candaan” : Itu masuk dalam daftar tagihan hotel agar anda tidak menyangka itu sebuah suap.
George mengucapkan terimakasih dan tertawa bersamanya tanpa ada tekanan pada dirinya.
  • Michael: Beritahu saya, apakah anda menemukan anugrah kristus setelah bertemu Jyotsana??
  • George: lebih kurang.
  • Michael: Seandainya pertemuan itu berlangsung lama anda pasti mendengar suatu yang aneh-aneh yang membuat rambut beruban, apakah dia bicara padamu tentang imajinasi dan falsafah mereka?
  • George: Imajinasi mereka!!!...tidak.
  • Michael: Hahaha, ini lebih bagus, jika tidak, niscaya kamu tidak akan kembali lagi mengunjungi kami, saya berharap apa yang kamu dengar cukup untuk kamu tahu bahwa Kristen adalah yang paling utama.
  • George: Yang anda maksud semua agama samwiyah??
  • Michael: Ini pendapat saya, sampai jumpa kawan.
George menghabiskan malamnya di kamar hotel, membaca beberapa situs internet, dan menonton televisi sampai dia mengantuk, lalu berbaring di ranjang, hari yang sangat melelahkan bagi dia, bukan lelah fisik tapi kepalanya berat memikirkan tugas, tanggung jawab dan rincian kerja, di tambah pertanyaan-pertanyaan pribadi yang sangat mendorong dia untuk datang ke India, di tengah-tengah itu semua, ia nyaris tidak melupakan pesan Adam “ yakinkan bahwa diri anda mengambil hal-hal yang sederhana” lalu segera merasakan kenyaman yang besar, hari ini dia menjelaskan kepadanya bagian dari kekacauan agama-agama ardhiyah, dan jauh dari apa yang cocok bagi manusia, ini yang di yakini manusia, bagaimana ada manusia seperti kita yang memberi tahu sebab penciptaan kita??

(4)

Di hari berikutnya, George pergi ke pasar computer terbesar di delhi, dia naik lift ke lantai lima, dimana ada kantor Muti’ yang memiliki sederetan tempat terbesar di India yang menjual computer dan programnya.
George menemukan kantor tradisonal akan tetapi sangat bagus dan sederhana dalam satu waktu, bau kayu India memenuhi segala sisi, dia masuk dan bertanya kepada petugas resipsionis tentang kantor Muti’, kemudian dia menjawabnya :
  • Petugas: Syekh muti’ ada di sebelah kanan pintu terakhir ke kanan di situ anda akan menemukan ruang sekertarisnya.
George pergi dan dia ragu-ragu pada dirinya sambil terkagum-kagum : Syekh Muti’!! Syekh!! apa yang dia maksud?? dia menyampaikan salam penghormatan pada sekertaris yang sedang bekerja di computer, dia memeperkenalkan diri dan kartu namanya, dan memberitahu janjinya denga Muti’.
  • Silahkan syekh sudah menunggu anda sejak lima menit tadi.
George melihat pada jam tangannya yang menunjukkan jam 08.35,ketika George masuk ruangan tampak di dalamnya -meskipun besar- kacau, sehingga Muti’ berdiri dan menyambutnya, dia bertermakasih atas keramahannya, lalu mereka memulai mendiskusikan tugas-tugas pekerjaan.
  • George: Apa bisa anda menjelaskan kepada saya kemungkinan kerja sama di antara kita??
  • Muti’: Secara gampangnya apa saja yang bisa menguntungkan saya dan anda.
George lega dengan kesederhanaan yang mendalam ini, kemudian Muti’ menjabat tangannya, kemudian tertawa :
  • George: Kita sepakat…ini adalah kesepakatan tercepat dalam sejarah, tapi alangkah baiknya kita tahu : apa metode yang menjadikan kita untung semua??
  • Muti’: Saya pikir saudara saya Karimulloh lebih tahu dan paham dari saya dalam rincian ini, bisakah saya berdialog dengannya, tapi dia sekarang tidak ada, datanglah besok jam 09.00 pagi, dan catatlah rincian kesepakatan kita…
  • Apakah anda sudah jalan-jalan di Delhi dan sekitarnya??kalau belum maka hak anda atas kami –seperti tamu- saya akan menyusun agenda jalan-jalan ini buat anda.
  • George: Saya sudah jalan-jalan singkat kira-kira satu jam setengah.
  • Muti’: Jadi anda belum tahu sesuatu yang menarik, India adalah Negara yang sangat kuno…apakah anda mengijinkan kami manjamu anda??
  • George: Dengan senang hati
  • Muti’: Jadi,ayo,,kita tawakkal kepada Allah SWT.
  • George: Kemana??
  • Muti’: Jalan-jalan, kita mulai dari Tajmahal.
George turun bersama Muti’ menuju mobil Muti’ sedang sopir pribadinya sedang menungu, Muti’ duduk di belakang di samping George.
  • Muti’: Jalan menuju Tajmahal memakan waktu kira-kira satu jam setengah, jalanan tidak macet saat ini, jalan itu sendiri merupakan tamasya, adapun Tajmahal merupakan persembahan arsitek dari keajaiban dunia, tidak akan merusak penafsiran anda, anda akan melihatnya sendiri.
  • George: Siapa yang membangunnya?
  • Muti’: Raja Syah Jahan, ini adalah model arsitektur Islam di India.
  • George: Islam??
  • Muti’: iya
  • George: Maaf, tapi, bukankah orang-orang muslim itu merampas beberapa wilayah India, mereka adalah penduduk dari rakyat jelata dan barbar.??
Muti’ tersenyum…
  • Muti’: Iya..iya.. kami mengambil tanah India,membunuh penduduknya dan kami merampas sumber dayanya.
  • George: Maaf, apakah anda muslim??
  • Muti’: Iya, saya pikir anda tahu.
  • George: Saya mohon maaf atas pertanyaan barusan ,tapi begitulah kami mendengar tentang orang-orang islam.
  • Muti’: Bukan salah anda, saya dan juga orang lain dari orang-orang islam tidak datang dari luar India untuk merampas sumber dayanya…saya orang India, anak orang India, ,jika anda ingin mengetahui siapa yang merampas India lihatlah ketika anda sampai ke Tajmahal, siapa yang memotong permata darinya.??
  • George: Siapa?
  • Muti’: Tanyalah kepada pemandu wisata ketika kita sampai..saya harap anda tidak tergangggu dengan hal itu, saya tahu apa yang tersebar tentang orang-orang islam dan tidak pentng bagi saya untuk meresponnya, saya pikir bacaan ringkas dalam sejarah India akan menjelaskan apa yang saya maksud.
  • George: Bagaimana??
  • Muti’: Anda bisa menulis (sejarah india) pada mesin pencari pada internet, anda akan tahu siapa yang menduduki India dan mencurinya, lihatlah bagimana kelompok lain hidup dalam kekuasaan orang-orang islam…”kemudian tertawa” : meskipun ditemukan banyak kesalahan, di antaranya adalah Tajmahal yang akan kita kunjungi sekarang, telah di bangun untuk makam untuk istri syah jahan.
  • George: Anda bicara dengan sangat sederhana.
  • Muti’: Kesederhanaan dalam pandangan hidup adalah salah satu tanda-tanda kebahagiaan dan ridho.
George sangat menikmati dalam perjalanan, dan dia di kejutkan bahwa pencurian permata dari museum itu pada hari penjajahan Inggris, Muti’ tidak suka menyakiti perasaan tamunya, George senang dengan senyuman dan ketulusan jiwa Muti’, akan tetapi dia merasakan darinya satu hal ketika Muti’ meninggalkannya tiga kali selama perjalanan seraya berkata kepadanya : tunggu saya!! saya mau sholat dan akan kembali, sepertinya ada kekacauan dan spontanitas yang tampak pada setiap tindakannya.
Jalan-jalan dengan Muti’ telah usai, George sampai ke hotel pada jam 20.00 malam, dalam keadaan lelah, kemudian dia mandi air panas, lalu beranjak tidur, akan tetapi ketika membentagkan diri terlintas pada dirinya untuk menelpon Michael memberitahu tentang kesepakatan bersama Muti’.
  • George: Alo…hallo,saya minta petunjuk singkat, tampaknya Muti’ mudah sekali dalam melakukan perjanjian, apakah dia juga mudah untuk menipu??
  • Michael: Meskipun saya tidak senang dengan Muti’, akan tetapi menurutku dia adalah orang yang jujur, tetapi dia termauk orang yang tidak teratur dalam pekerjaannya, jikalau dia bisa mengatur dirinya sendiri pasti dia akan dapat untung yang lebih besar.
  • George: Tapi Kach bilang pada saya bahwa dia itu orang yang ruwet dan susah, padahal saya lihat dia sebaliknya.
  • Michael: Iya, rumit dalam agamanya, murah hati dan sederhana dalam muamalat dan transaksinya, “kemudian tertawa”,lalu menimpali : Rumit karena dia tidak memenuhi keinginan dan gadis-gadis Kach, karena itu tidak ada kerjasama dengannya meskipun mereka banyak duduk bersama, apakah anda tahu apa sebabnya orang religius seperti saya menghadirkan gadis-gadis cantik untuk Kach!!
  • George: Besok saya akan bertemu dengannya untuk membuat perjanjian,apakah ada pesan yang anda rekomendasikan untuk hal ini??
  • Michael: Tidak ada sama sekali…sudah tidak ada lagi, Ruh Quddus akan melindungimu, pakah kamu ingin saya antar atau saya ajak jalan-jalan besok??
  • George: Terimaksih, apabila saya butuh sesuatu saya akan menghubungimu.
  • Sampai jumpa.

(5)

Di pagi hari, ketika George sarapan di restaurant hotel,d ia berbicara dengan pelayan yang bisa bahasa ingris sedikit-sedikit :
  • George: Siapa nama anda??
  • Pelayan: Kapoor
  • India terkenal sebagai negara agama ,lalu apa agama anda??.
  • Kapoor: Hindhu
  • George: Bagus, agama yang bermoral
  • Kapoor: Iya, memang begitu.
  • George: Apa benar menurut ulama kalian tidak boleh memeluk agama Hindu kecuali orang yang tinggal di Inida, karena itu dinamakan Hindhu??
  • Kapoor: Iya, kami membuat agama ini karena sesuai dengan penduduk pribumi.
  • George: Kalian yang membuat agama ini!!
  • Kapoor: Iya, kami membuatnya karena cocok dengan kehidupan kami!!
  • George: Siapa dewa yang kalian sembah??
  • Kapoor: Keyakinan kami adalah keyakinan yang terkaya di dunia dengan dewa, kita punya dewa dengan jumlah yang sangat besar, bahkan mungkin kita butuh beberapa jilid untuk menyimpan nama-nama dewa kami, bahkan Will Durant pengarang buku (The Story of civilization ) berkata : perhitungan dewa-dewa ini mungkin mencapai seratus jilid.
  • George: Sangat aneh!!
  • Kapoor: Kami memuja beberapa badan yang berasal dari langit, dan kami jadikan tuhan seperti matahari, sebagian dewa di sifati dengan malaikat sebagian dewa yang yang lain di sifati dengan syetan.
  • George: Dewa itu dekat dengan kepada syetan!!
  • Kapoor: Sebagian jimat adalah dewa, sebagian lain burung adalah dewa dan sebagian hewan adalah dewa.
  • George: Hewan itu dewa!!
  • Kapoor: Gajah misalnya itu adalah dewa (Ganesha), di dalamnya sifat manusia menjelma menjadi hewan, dan ular berbisa yang mematikan dari bagian yang satu itu adalah dewa (Naga), kami memepersembahkan bagi ular berbisa ini susu dan lauz (buah badam) dan juga kami mengadakan upacara untuk persembahan.
  • George: Bagaimana kalian menyembah semua dewa-dewa itu??
  • Kapoor: Karena banyaknya dewa, kita hanya memilih tiga atau satu yang mengandung 3 dewa.
  • George: Satu dari 3 orang…seperti Kristen!!
  • Kapoor: Boleh jadi kita mengambilnya dari Kristen, kita mengembangkan agama dengan diri kita sendiri, mungkin kalian akan mengambil ini dari kami.
  • George: Mmm,lanjutkan…
  • Kapoor: Yang terpenting adalah sesungguhnya tiga dewa itu satu, atau satu dewa punya tiga kepribadian : mereka adalah (Brahma) dia adalah pencipta, (Wisnu) dia adalah penjaga bumi, dan (Siwa) adalah dewa perusak, kebinasaan dan kehancuran.
  • George: Agama yang mengagumkan, tapi anda belum bicara tentang sapi??
  • Kapoor: Hahaha, saya akan bilang seperti yang di katakan Gandhi : sapi adalah dewa kami, kami lebih mencintainya daripada ibu-ibu kami, ibu saya menyusui saya satu atau dua tahun dan saya melayaninya sepanjang umur saya, sedangkan sapi menyusui saya sepanjang umur saya sedang ia tidak minta dan tidak mengharap apapun kecuali memberi makan, dan ibu saya ketika dia meninggal saya harus mengadakan upacara mengurus jenazah dan memakamkannya, sedangkan sapi ketika mati, kita bisa memanfatkan semuanya sampai tulang-tulangnya.
  • George: Apakah ibadah kalian ini bisa menghantarkan kalian ke surga setelah mati??
  • Kapoor: Tidak ada surga atau neraka pada agama kami.
  • George: Jadi, bagaimana dengan balassan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan dan hukuman bagi orang-orang yang berbuat kejahatan, atau keduanya sama??
  • Kapoor: Balasan orang baik setelah kematiannya adalah ruh nya akan di pindahkan ke orang yang baik, kemudian menyatu dengan dewa Brahma dalam permulaan perjalanan, adapun orang yang jahat ruh nya akan d pindahkan kepada orang yang jahat.
  • George: Apakah di dunia, kalian membedakan orang-orang taat yang sholeh dengan orang jahat yang celaka.??
  • Kapoor: Iya sebagian kami mempunyai bagian pangkat ketuhanan.
  • George: Bagaimana??
  • Kapoor: Sang pencipta (Brahma) menciptakan semua golongan itu dari bagian tubuhnya, Brahmah di ciptakan dari wajahnya, karena itu mereka adalah ahli pemikiran dan kebjaksanaan, Ksatria di ciptakan dari tangannya, karena itu mereka adalah ahli dalam hal peperangan, kekuatan, perlindungan dan tentara, dan Waisya di ciptakan dari pahanya karena itu mereka berada dalam golongan perdagangan, industry dan ketahanan pangan, dan Sudra di ciptakan dari kedua telapak kaki, karena itu mereka adalah pelayan dan budak, tugas mereka adalah melayani, dan ibadah mereka adalah melayani ketiga kelas sebelumnya, adapun anggota kasta Paria (yang rendah) mereka tidak masuk dalam golongan yang empat itu dan juga tidak masuk dalam kasta agama Hindhu.
  • George: Jika saya seorang Sudra apakah bisa naik kasta dari Sudra ke Brahma, jika saya sorang Paria apakah bisa masuk ke dalam kasta agama Hindhu??
  • Kapoor: Tidak mungkin…ibadah kasta Sudra adalah melayani kasta yang lain, dan Paria di luar kasta kita secara menyeluruh.
Mulut George menjadi kelu karena kebingungan, dan dia merasa muak dari kejelekan agama ini, akan tetapi dia memaksa tersenyum dan Kapoor membiarkannya, kemudian dia mengeluarkan sejumlah uang kecil dan di berikan kepadanya, lalu dia bangkit untuk menemui Karimulloh supaya dia tidak telambat janji dengannya.
Dalam perjalanannya George mengingat-ingat kembali perkataan Michael kepadanya ketika dia memberitahu tentang kejelekan agama-agama ardhiyah, dan sekiranya dia duduk bersama Jyotsana lebih lama pasti dia akan lebih benci pada India secara keseluruhan, dia tidak ingin kembali kepadanya lagi, sebenarnya berapa banyak agama yang bertentangan dengan akal dan fitrah, tapi apakah ini hanya keburukan agama ardhiyah saja atau keburukan semua agama seperti yang di katakana dokter Tom : “anda akan kembali dan akan meninggalkan semua agama” , lalu Michael yang religius keadaannya sama dengan Kach, Muti’ juga tidak lebih baik dari keduanya dalam kekacauannya, dia yakin bahwa agama yang benar adalah yang selamanya akan tidak bertentangan baik dengan akal, fitrah (naluri) dan logika, tapi, agama ini ada apa tidak….??

(6)

George sampai ke kantor sekertaris Muti’ tepat pukul Sembilan, kemudian dia minta untuk bertemu dengan Karimulloh, lalu dia memberitahu kalau dia sedang menunggunya di kantor Syekh, ketika dia masuk dia melihat dua bersaudara Muti’ dan Karimulloh, lalu mereka berdiri menyambutnya, ketika dia melihat muka Karimulloh dirinya merasa tertekan dan sangat tidak nyaman dengannya, akan tetapi dia tidak tahu mengapa!!
  • Karimulloh: Silahkan ke kantor saya, saya siap menyusun kesepakatan.
Lalau Muti’ memotong pembicaraan mereka :
  • Muti’: Setelah kalian selesai, saya ingin melihat anda sebelum anda pulang George.
  • George: Saya juga ingin menitipkan sesuatu sebelum saya pergi.
George beranjak menemani Karimulloh menuju ruangannya, ruangan yang luas dan sederhana juga.
  • Karimulloh: Saudara saya bilang kepada anda kalau kita sepakat dengan perjanjian apa saja yang menguntungkan kedua belah pihak.
  • George: Iya…anda mirip seseorang…!!
  • Karimulloh: Mirip Usama bin Laden, hahaha, anda bukan orang yang pertama yang bilang begitu padaku.
  • George: Saya harap anda tidak seperti dia.
  • Karimulloh: Saya orang islam seperti dia, saya berbeda dengannya saya orang India dia orang Arab.
  • George: Yang saya maksud anda jangan menjadi pembunuh dan teroris sepertinya.
  • Karimulloh: Lupakan pembahasan ini, dia teroris karena ia tidak suka dan tidak setuju dengan kalian.
  • George: Bagaimana?? bukankah dia dan pengikutnya yang meledakkan kereta, bangunan dan fasilitas-fasilitas yang kami miliki??
  • Karimulloh: Sebagian pemimpin-pemimpin kalian telah membunuh jauh lebih banyak dibanding dengan apa yang dilakukan bin Laden,tapi kalian tidak menganggap mereka sebagai teroris, bahkan Negara-negara barat membunuh jauh lebih banyak di negeri yang mereka duduki, tapi, kita tidak menganggapnya teroris, “kemudian dia tersenyum dan berkata” : Ketika dia membunuh musuh kalian seperti Rusia diangggap pahlawan bukan teroris..lupakan masalah ini, kalau boleh,k ita masuk pada pekerjaan kita.
George merasa ada kesenjangan antara dia dan Karimulloh, lalu dia tidak ingin membuka percakapan yang lain bersamanya, sesegera mungkin dia menyelesaiakan tuntutan pekerjaan, dia bicara pada dirinya sendiri mungkin Tom benar, orang-orang islam pembela teroris terbesar dalam sejarah!!
  • George: Oke, ini bukan topik kita.
  • Karimulloh: Apakah anda punya konsep usulan dalam perjanijian, atau saya akan memberi konsep dari kami.??
  • George: Saya ada konsep, tapi berikan konsep anda agar saya membacanya.
  • Karimulloh: Silahkan.
  • George: Terimakasih.. beri saya waktu untuk membacanya.
George mulai membaca konsep, dia memperhatikan bahwa pasal-pasalnya sederhana dan mudah, standart sampai batas tertentu dan lebih baik dari yang ia tulis di proposalnya, dan ia merasa jenuh dengan konsepnya sendiri ,akan tetapi dia memberi kebebasan yang besar bagi perusahaan mereka, lalu dia menoleh kepada Karimulloh yang sedang sibuk membaca buku.
  • George: Saya melihatnya cocok dan sangat bagus,hanya saja ada catatan sedikit darisaya.
  • Karimulloh: Apa itu??
  • George: Apa anda tidak melihat bahwa di dalamnya megandung kebebasan yang besar bagi perusahaan kalian dan pembayaran di akhir transaksi!!
  • Karimulloh: Jadi itu dua catatan : kebebasan, sehingga saya bisa bergerak dengan bentuk yang lebih besar dalam pendistribusian, dan juga kami bukan mengatur dalam bentuk yang besar. pembayaran di akhir, karena kami tidak ingin berbohong dalam perjanjian kami dengan kalian.
  • George: Anda tidak ingin berbohong,bagaimana??
  • Karimulloh: Ketika saya berjanji pada kalian dan saya mengingkarinya, ketika saya tidak bebas, maka akan memaksa saya untuk meminta maaf berulang kali karena alasan yang palsu dan ini yang tidak saya inginkan,b aik saya maupun anda, kemudian syarat-syarat ini menjadikan penjualan kalian menjadi lebih besar lalu kalian akan mendapatkan untung lebih bnyak dan kalian dalam perjanjian ada garansi penuh dari bank dengan tepat.
  • George: Apakah mungkin kita mengajukan pembayaran berkala selama tiga bulan,sepakat!!!
  • Karimulloh: Sepakat. saya ingin toleran dengan anda, sehingga kedepannya Kach tidak datang lagi untuk menemui kami.
  • George: Kenpa kalian tidak menginginkan Kach??
  • Karimulloh:Saya tidak bisa menjawab agar saya tidak ingin menganggu anda.
  • George: Anda tidak akan menganggu, katakan kenapa??
  • Karimulloh: Dia tidak berpikir kecuali hanya keuntungan materi, dan dengan jalan yang mentah sehingga menyebabkan kita dan dia merugi, saya yakin bahwa prinsip-prinsip keuntungan adalah untuk semua pihak, begitu juga dia sering menyindir tentang seksual yang tidak mungkin bagi kita untuk menerimanya, kita ini orang adalah orang-orang timur lebih konservatif.
  • George: Tidak masalah, saya setuju dengan apa yang anda katakan, kita sepakat dan saya akan tunggu legalitas kontrak dari kedutaan besar Inggris, dan ketika saya kembali saya akan memberikan legalitas dari kedutaan besar India di sana.
  • Karimulloh: Terimakasih, saya mohon maaf dengan apa yang saya katakan tentang direktur anda.
  • George: Tidak masalah, saya ingin mengucapkan salam kepada Muti’urrohman sebelum kepergiaanku.
  • Karimulloh: Silahkan,mari.
George dan Karimulloh masuk ke ruangan Muti’urrohman, lalu dia menyambut George dengan sambutan yang special, lalu bertanya :
  • Muti’: Kalian sudah menyelesaikan kesepakatan??
  • George: Iya.
  • Muti’: Bagaimana sangat mudah dan sederhana seperti yang saya katakan bukan??
  • George: Sangat sederhana.
  • Muti’: Segala sesuatu yang sederhana itu akan berhasil, dan setiap keruwetan itu bertentangan dengan akal, fitrah dan agama….”kemudian menimpali” : Dengan apa kalian menyelesaikan, lalu apa yang anda inginkan George untuk mengetahui India agar kami bisa mengantar anda?? pariwisata di India merupakan Negara yang mengagumkan lagi indah.
  • George: Terimakasih..saya ingin segera balik ke hotel, karena saya punya pekerjaan di internet dan saya ingin menyelesaikannya.
  • Muti’: Terserah anda..kemudian dia membuka laci dan mengeluarkan dua bungkus yang indah dari minyak kayu, dan berkata : Ini hadiah dari saya untuk anda, “lalu dia menaruhnya ke dalam tas yang bagus dan berkata kepadanya” : Sopir sudah menunggumu untuk mengantar anda ke hotel.
  • George: Ini adalah kedermawanan orang timur yang langka, saya sangat berterimaksih. “Lalu ia mengambil bungkusan dan meninggalkannya.”

(7)

George bertemu dengan sopir yang menungunya, tak lama kemudian di melihat sopir itu datang menuju kepadanya ,dia mengatarnya ke mobil dan membukakan pintu untuknya :
  • Sopir; Silahkan pak.
  • George: Terimakasih banyak, siapa namamu?
  • Sopir; Steven.
  • George: Oh..nama barat.
  • Steven; Saya Kristen, karena itu nama saya seperti nama orang barat.
  • George: Sejak kapan ada orang Kristen di India??
  • Steven; Sejak beberapa tahun.
  • George: Apakah penjajahan dan kristenisasi punya peran penting dalam hal ini??
  • Steven; Tanpa diragukan lagi, jika tidak orang-orang islam sudah memusnahkan India.
  • George: Orang-orang Islam, yang anda maksud bahwa mereka akan memusnahkan india dengan ancaman/teror??
  • Steven; Bukan, anda tidak menemukan keruntuhan agama-agama ardhiyah, karena ia merupakan adalah agama remeh dan lucu, kalau tidak ada pergerakan kristenisasi maka masyarakat akan pindah kepada agama Islam dengan sendirinya.
  • George: Saya sudah mengetahuinya sebagian, akan tetapi agama samawi tidak jauh beda darinya.
  • Steven; Mengagumkan, bagaimana anda menjadi seorang Kristen sedang anda berkata seperti itu, ini adalah bahasa orang Atheis!!
  • George: Saya benci Atheis dan saya melihatnya bertentangan, tapi agama-agama samawi tidak jauh beda dari agama ardhi.
  • Steven; Adapun kami orang-orang Kristen ingin menyelamatkan manusia dari kesengsaraannya, kami menekankan pada kemurnian, ketulusan dan etika, saya tidak terima tuduhan orang-orang Kristen dalam suatu keadaan, dan juga saya tidak menerima itu dari Muti’urrohman yang muslim itu walaupun saya sopir pribadinya, meskipun ia tidak pernah melakukannya, bagaiamana jika datang dari orang Kristen? tapi, barangkali anda protestan!! saya juga tidak akan menerimanya!
  • George: Saya tidak bermaksud menuduh orang Kristen!! bagaimana saya menuduhnya sedang saya bagian darinya, yang saya madsud adalah dalam prakteknya menyerupai agama ardhiyah, sebagaimana agama samawi juga dalam kekacauan yang mirip dengan kekacauan yang ada pada agama bumi
  • Steven; Saya tidak paham.
  • George: Apakah bisa kita merubah topik ini, dan kita mengambil manfaat dari sisa perjalanan untuk mengetahui sesuatu dari sejarah india??
  • Steven; Tidak jauh lagi akan sampai, secara global dulunya Pakistan, Banglades dan India adalah satu negara, kemudian Pakistan dan India pisah.
  • George: Kenapa mereka psah??
  • Steven; Karena kezaliman yang dialami orang-orang Islam, mereka menganggap bahwa orang-orang Hindhu-lah pelaku kezaliman tersebut, kemudian mereka berangsur-angsur keluar dari India, jika tidak India sudah menjadi Negara islam.
  • George: Anda sering membela orang-orang islam padahal anda tidak termasuk bagian mereka!! apakah karena anda bekerja pada mereka atau anda takut mereka??
  • Steven; Hahaha, mungkin.!!


Tags: