Antara Keinginan dan Prinsip

Antara Keinginan dan Prinsip

8

Antara Keinginan dan Prinsip

Antara Keinginan dan Prinsip

(1)

George bangun dari tidurnya pada jam 8:30 pagi, dia merasa badannya terasa berat dan lelah, pada waktu malam tadi badannya demam sehingga belum bisa tidur, terpaksa dia minta obat penurun panas dari pihak hotel. Dia tak menghiraukan dirinya, kemudian langsung bangun dan mandi da lalu ia merasa sedikit bugar. Kemudian dia turun menuju restoran dan sarapan pagi, dan meminum obat penurun panas untuk kesekian kalinnya, karenanya dia semakin merasa lebih bugar untuk beraktifitas.
Kemudian dia kembali kekamarnya setelah makan pada jam 9 lewat 10 menit, ketika dia baru masuk kamar telepon gengamnya berdering, lalu diangkatnya terdengar suara Levy yang indah dengan nada cemas :
  • Levy: Kamu dimana? saya khawatir terjadi apa-apa denganmu, saya telah menghubungi kamu berkali-kali, tapi kamu tidak menjawabnya.
  • George: Maaf, saya tadi turun ke bawah untuk sarapan pagi dan saya lupa kalau hp tertinggal di kamar.
  • Levy: Tidak seperti biasanya kamu terlambat.
  • George: Saya tidak bisa tidur nyenyak semalam, mungkin saya lagi tidak enak badan.
  • Levy: Semoga kamu diberikan kesembuhan oleh Tuhan, apakah kamu mau saya antar ke dokter?
  • George: Tidak, terima kasih, dan maaf atas keterlambatan saya, sekarang saya sudah baikan dan sehat.
George turun ke lobi hotel, dia melihat Levy memakai busana tertutup yang sederhana, tapi kecantikannya tidak bias disembunyikan, kemudian George berjabat tangan sambil menyapanya :.. Kemudian Levy berkata pada George dengan dengan nada sedih :
  • Levy: Saya harus membawamu ke dokter, tidak baik kamu diam dalam hal ini.
  • George: Terima kasih Levy, kondisi saya sekarang sudah membaik kalau kita pergi mengunjungi tempat-tempat suci saya sangat berterima kasih padamu.
  • Levy: Baiklah kalau itu maumu, yang penting kamu senang.. hari ini kita akan mengunjungi 2 sampai 3 tempat, gimana menurutmu?
  • George: Saya sarankan memulainya dari yang terpenting, walaupun kita bisa mengunjungi dua saja itu sudah cukup, dan penting juga bagi saya yaitu duduk dan berdiskusi denganmu, bukan hanya sekedar mengunjungi.
  • Levy: Menuret saya juga begitu, tujuan pertama kita ke Tembok Ratapan (Wailing Wall) dan Gunung Urea, dan kemudian mengunjungi kuburan Raja Daud di Bukit Sion, apabila masih ada waktu yang luas maka kita akan mengunjungi pemakaman kuno di Bukit Zaitun.
  • George: Ok, saya berharap kita selesai berkeliling lebih awal sebelum saya lelah.
  • Levy: Bagaimana Habib dengan kamu kemarin?
  • George: Pilihan yang tepat sekali dari kamu, kelihatannya kamu faham betul akan diri saya.
Berbinar-binar matanya terpancar sinar giginya dan senyum dengan malunya..
  • Levy: Hmmm.. sampai saat ini, Habib menurut saya adalah orang yang mempunyai wawasan, dan terbuka.
  • George: Kamu benar, saya banyak belajar darinya.
  • Levy: Dia juga mengatakan hal yang sama tentang dirimu.
George merasa heran :
  • George: Bagaimana bisa dan kapan itu?
  • Levy: Dia langsung menghubungi saya kemarin setelah dia menghantar kamu ke hotel, dia katakan pada saya dia banyak mengambil manfaat darimu.. dia telah memberikanmu pujian yang mana belum pernah saya dengar darinya kepada seseorang.
  • George: Ini adalah cirri dari keramahannya, karena kalau tidak, maka semua waktu yang saya habiskan dengannya hanya diskusi dan debat saja.
  • Levy: Jika diskusi kalian sama dengan tema diskusi kita, sungguh itu adalah sebuah diskusi yang luar biasa!
George merasa senang saat mendengar kalimat yang manis terlontar dengan suaranya yang enak.. dengan tubuhnya yang memikat.. dan jiwanya yang cantik.
  • George: Haha, tentunya sedikit ada perbendaan, kamu itu lembut dan cantik sedang dia tidak begitu, tapi saya berterima kasih atas pilihamu karena memilihnya untuk menemaniku, dan saya berterima kasih juga atas perhatiaanmu dan rela letih bersama saya, yang penting tujuan dari perjalanan bias tercapai, yaitu penandatangan kontrak dan mencari jalan menuju kebahagiaan.
  • Levy: Terima kasih, kamu masih memikirkan kontrak kerja?, saya sudah melupakan semua itu , Setelah pertemuanmu dengan Benyamin kemarin, kelihatannya hal itu mempengaruhi fikirannya
  • George: Bagaimana?
  • Levy: Saya tidak tahu tapi setelah kamu keluar dia memanggil saya, dan berkata : orang ini adalah orang yang paling aneh dari orang-orang yang pernah saya jumpai selama hidupku,. Kemudian saya bertanya padanya , bagaimana maksudmu? lalu dia berkata lagi : Jika dia bukan orang yang sakit jiwa, maka pasti ia adalah orang suci
  • George: Haha, tidak ada pilihan ketiga! saya tidak berharap menjadi orang gila, dan saying sekali, jugatidak mungkin saya jadi orang suci karena saya telah memberikan suap padanya.
  • Levy: Saya tidak tahu mengapa perkataan kamu sampai mempengaruhinya, Berulang kali dia mengatakan pada saya, “kita telah salah menilai dunia hanya untuk mencari harta, dan ini pertama kali dalam hidup saya mendengar ini dari Benyamin.
  • George: Jujur saja..meskipun saya tidak suka padanya tapi kata-katanya sangat berpengaruh,. Apakah benar kenikmatan fisik itu petaka bagi jiwa? apakah tidak ada jalan untuk menyatukan antara kenikmatan dan kebahagiaan?
  • Levy: Batapa saya membayangkan kalau saja menemukan jalan seperti itu.
  • George: Kalau begitu kamu seperti apa yang telah dikatakan Habib pada saya , kamu juga mencari jalan menuju kebahagiaan?
  • Levy: Perkataan yang indah sekali, tapi bagaimana jalan menuju kebahagiaan yang kamu punya?
  • George: Dia adalah jalan yang sedang kamu bayangkan dan saya sedang dalam pencarian.
  • Levy: Saya juga sedang dalam pencarian dalam beberapa waktu ini.. Kemudian dia tersenyum dan memandang ke arah George dan berkata : berarti jiwa kita saling berdekatan?
  • George: Habib juga memberi tahu saya tentang hal itu, kenapa kamu tidak yakin dengan agama Kristen katolik?
  • Levy: Awalnya saya hanya ingin keluar dari rumitnya agama Yahudi dan penyimpangannya, bukannya berpindah keyakinan, dan pindah dari satu kepalsuan kepada kepalsuan yang lain, kalau tidak begitu, tentu agama Yahudi yang tua dan benar.
  • George: Tolong jawab dengan jujur, seperti janjimu padaku, apakah hanya ini faktornya atau ada faktor lain?
  • Levy: Sebenarnya ..! pindah keyakinan bukanlah suatu proses yang mudah,. bayangkan bagaimana seorang yang tidak berkeyakinan bias berkomunikasi dengan orang di sekitarnya., bagaimana saya bias berinteraksi dengan Benyamin? apakah kamu pikir saya bias meninggalkan pekerjaan satu hari saja?
  • George: Kalau begitu kamu takut padanya?
  • Levy: Saya sudah katakan padamu bahwa saya sebenarnya tidak yakin, jujur saya takut untuk pindah agama.. harga suatu kebebasan sangatlah mahal, bahkan lebih mahal!
  • George: Tapi mau tidak mau kita harus membayar harga itu, untuk mendapatkan kebebasan, tidak ada sesuatu yang berharga di dunia ini selain kebebasan.
  • Levy: Saya masih mencari keputusan terbaik, atau jalan kebahagiaan, dan untuk keyakinan saya dengan hal itu mungkin saya akan mengambil keputusan dengan berani, dan mungkin juga tidak jadi karena saya takut, saya tidak tahu.. tidak tahu!
  • George: Apakah kamu takut pada Benyamin?
  • Levy: Pasti !.. Apakah kamu percaya dengan keputusan yang berani dan benar itu, atau seperti yang kamu katakan jalan menuju kebahagiaan ialah dengan memeluk agama Kristen?
  • George: Kamu mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk mengubah orang yang kamu ajak bicara, saya tidak tahu mengapa?
  • Levy: Bukankah saya telah katakan padamu bahwa jiwa kita punya banyak kesamaan, mungkin saja kita akan disatukan kelak.
  • George: Sekarang kamu sudah menjadi seorang filsuf wahai wanita cantik, Bagaimana cara menyatukan jiwa?
  • Levy: Haha, saya tidak tahu, semua yang saya tahu seperti bercampurnya badan sama juga halnya dengan bersatunya jiwa, dan dan jiwa saya diciptakan bersama dengan jiwamu
  • George: Akan Lebih baiknya Kalau seandainya jiwa kita berdekatan dalam kebahagian daripada berdekatan dalam kebingungan dan keraguan
  • Levy: Kamu benar, tapi kita tinggalkan hal ini dulu.. beberapa menit lagi kita akan sampai di Tembok Ratapan, atau seperti yang dinamai oleh orang islam Dinding Buraq, yaitu situs terakhir dari Kuil Sulaiman. Menurut kebanyakan pendeta yahudi, masuk ke dalam kota Al-Quds terlarang bagi yahudi semenjak rusaknya kuil, maka dari itu tembok ini adalah yang terdekat dengan tempat kuil yang memungkin untuk orang yahudi sembahyang di dalamnya sesuai dengan syariat yahudi yang baru. Dan tembok ini dikenal dengan nama “Tembok Ratapan” yang dijadikan sebagai tempat ritual ratapan.
  • George: Dimulai sejak kapan?
  • Levy: Sebelum abad 16 yahudi melakukan sembahyang dan ritual ratapan dekat reruntuhan kuil Sulaiman di berbagai tempat yang berbeda di sekitar Al-Aqsha , pada akhirnya orang Yahudi berkumpul setiap tahunnya didepan batu dekat dengan tembok yang merupakan dinding pembatas dengan Al-Aqsha, kemudian dikenal dengan nama “Tembok Ratapan”, dan dikenal oleh orang islam sebagai Dinding Buraq.
  • George: Kalau begitu apa maksud dari Dinding Buraq?
  • Levy: Dia juga merupakan tempat suci bagi orang islam, mereka mengatakan bahwasanya nabi mereka berjalan malam dari Mekkah dengan binatang namanya Buraq(kilat) dan berhenti dekat vtembok ini.
  • George: Apakah kalian membiarkan orang-orang islam untuk melakukan di tempat tersebut?
  • Levy: Kami membiarkan mereka beribadah di dalam Al-Aqsha sepenuhnya, dan mereka akan merebut Tembok kami, tidak, mereka tidak peduli dengan yang namanya symbol dan patung.
  • George: Habib merendahkan saya dengan mengatakan bahwa kalian orang Protestan seperti orang Islam tidak suka patung-patung dan gambar-gambar.
  • Levy: Inilah apa yang tersisa dari tempat ibadah kami yang telah hancur,, dan dan kami buktikan pada dunia bahwa situs-situs sejarah membenarkan ha itu.
  • George: Selama beberapa tahun ini kalian tidak menemukannya dan kamu masih berharap mereka menemukannya?
  • Levy: Hahaha, kalau kita belum menemukannya maka kita akan membuatnya!
  • George: Kalau begitu kamu belum merasa yakin dengan hal itu?
  • Levy: Masalahnya bukan saya yakin atau tidak yakin , ini lebih kepada kondisi yang membingungkan, sebagian penelitian mengatakan pertama kali orang sembahyang di dalamnya ke arah tembok pada masa zaman Daulah Turki Utsmani, bukan seperti yang telah saya katakan padamu bahwasanya itu terjadi sebelum abad 16,. Orang islam mereka mengatakan hal itu adalah kebohongan yang nyata, yang terpenting dari itu semua bahwa tempat itu adalah tempat paling suci bagi kami, kemudian dia melirik ke arah george dan berkata : Hal yang sulit adalah kamu tidak bisa membuat jiwamu bahagia, apa kamu kamu kita hidup tanpa ibadah?
  • George: Kelihatannya hari ini kamu lebih aneh dari kemarin.
  • Levy: Hari ini adalah hari untuk beribadah dan kita sedang menuju Tembok Ratapan, kita harus turun dan melanjutkan perjalanan kita dengan jalan kaki.
  • George: Saya harap kita tidak berjalan di bawah terik matahari, karena saya mulai merasa lelah dan pusing.
  • Levy: Saya berharap juga kamu baik-baik saja karena kamu bukan Yahudi.
  • George: Bagaimana?
  • Levy: Ambil dan pakailah ini topi.
  • George: Tidak masalah, haha, tapi kamu jangan ambil foto saya memakai ini ya, kalau Katrina tahu dia pas akan marah.
  • Levy: Kelihatannya kamu cinta sekali dengan Katrina!
  • George: Ya benar, dia itu orang yang taat beragama berwawasan dan hatinya putih jernih seperti kamu.
  • Levy: Saya harap bisa mendapatkan orang seperti kamu yang menghargai agama, budaya dan fikiran.. kita akan berputar ke arah kanan, kemudian ke kanan lagi, maka kita akan temukan tembok dan orang-orang sedang menangis.
  • George: Saya telah pakai topi tapi saya tidak bisa berpura-pura nangis.
  • Levy: Itu tidak penting, banyak yang seperti akamu tidak pandai berpura-pura, dan kamu akan menemukan banyak orang lain menangis atau pandai berpura-pura dan menangis.. kamu bisa meneruskannya sendiri, karena wanita dilarang untuk masuk.
  • George: Bagaimana caranya? saya tidak bisa masuk kalau kamu tidak masuk.
  • Levy: Silahkan masuk saya menunggumu, apakah kamu mau saya masuk terus diusir seperti anjing, masuklah sendirian kalau kamu tidak keberatan.
George berjalan kaki dengan sendirinya, dia mulai merasakan gejala lelah, setelah sampai pada tembok.. jumlah orang yahudi yang menangis banyak, dan disana ada yang lain banyak juga yang mungkin tidak pandai berpura-pura nangis.. dia berhenti di samping mereka sambil memperhatikannya, tapi dia merasa sesak, dan ingin keluar cepat-cepat, karena lelahnya makin bertambah dan panas tubuhnya makin tinggi. dia keluar dan melihat sekitarnya tidak melihat seorang wanita pun, kemudian dia menarik nafas dan bosan menunggu, dia memutuskan untuk pulang, tapi langkahnya terasa berat sekali dan tanda-tanda kelelahan nampak pada dirinya, lalu dia memaksa dirinya sampai dia menjumpai Levy, kemudian dia menemukannya seperti dia sedang duduk menunggunya di jalan ..
  • Levy: Kamu cepat sekali kembali!
  • George: Saya lelah sekali, bisakah kita segera kembali ke mobil
    sekarang?
  • Levy: Baiklah, kalau itu mau kamu..
  • George: Atau bisakah kamu datang dengan membawa mobilnya kesini?
  • Levy: Kelihatannya kamu lelah sekali.. saya minta maaf tidak mungkin saya datang kesini dengan membawa mobil, kalau kamu mau kamu bisa bersandar pada saya, mari..
Kelelahan jelas nampak pada George, kemudian Levy meletakan tangan George sekitar lehernya untuk bersandar pada bahunya,dan mengangkat tangannya terus membetulkan jalannya tapi kelelahannya sangatlah berat baginya, kepalanya dimiringkan ke bahunya Levy, pergerakan angin menggerakan untaian dari rambutnya ke arah wajah George, bau wangi tubuhnya tercium hidungnya, rambutnya di bawah tangannya, dan kadang-kadang pipi George menempel dengan pipinya Levy..
  • George: Saya minta maaf, telah membuatmu letih sebelumnya dan untuk kesekian kalinya sekarang.. kelihatannya saya ini orangnya manja.
  • Levy: Tidak masalah.. yang penting kita sampai ke mobil dengan cepat.. di sana ada rumah sakit terdekat, kita akan ke sana, kalau kamu bisa melanjutkan manja kamu setelah diperiksa.

(2)

Levy bergegas bersama George ke rumah sakit gawat darurat, mereka memberikan George suntikan penenang tiba-tiba tubuhnya langsung tertidur.. kemudian Levy menemui dokter untuk menananyakan tentang keadaannya..
  • Levy: Ada apa dengannya?
  • Dokter: Jangan panik..saya telah memberikannya obat tidur supaya dia bisa istirahat lebih banyak, dan kamu akan tahu hasil pemeriksaan mengenai kondisinya satu jam dari sekarang.. kemudian dia tersenyum dan berkata : Kamu kelihatannya sangat khawatir akan kondisinya, apakah dia itu suamimu atau kekasihmu?
  • Levy: Hanya seorang teman
  • Dokter: Biasanya, dalam masa 1 jam akan keluar hasil analisisnya, dan saya sebelum dia akan bangun sebelum itu.
Levy duduk disamping George, dia mulai memperhatikan roman wajahnya yang lagi tidur, dia mengusap dahinya terus jari-jarinya melewati diantara gumpalan rambutnya, dia merasakan gejolak perasaan menguasai dirinya pada George..setelah beberapa saat George membuka matanya, tangan Levy sedang mengusap di rambutnya.
  • George: Dimana saya?
  • Levy: Segala puji untuk Tuhan atas kesadaranmu, kita berada di rumah sakit, dan kamu baik-baik saja.
  • George: Dimana dokter?
  • Levy: Dia akan datang beberapa menit lagi, dengan membawa hasil pemeriksaan, istirahatlah George jangan paksakan dirimu.
George memegang tangannya yang masih mengusap wajah dan rambutnya, kemudian George mengusap tangannya ke tangan Levy dengan lembut..
  • George: Saya berterima kasih sekali padamu Levy, saya tidak mengira merepotkan kamu seperti ini..
  • Levy: Jangan bicara seperti ini, saya siap membantumu George.
Beberapa menit-menit berlalu mereka tidak berkata-kata melainkan bahasa pandangan sentuhan yang melebihi bahasa akal.. sampai Dokter datang untuk melihat kondisi George ..
  • Dokter: Kamu sudah bangun George? itu kekasihmu.. maaf maksud saya , teman kamu dalam keadaan gelisah sekali terhadap kondisimu.
  • George: Ada kabar apa dokter?
  • Dokter: Dari hasil pemeriksaan awal kelihatannya dia terkena infeksi virus yang akut, dan sisa hasil medis selanjutnya akan keluar besok.
  • George: Kapan saya dibolehkan untuk pulang dok?
  • Dokter: Setelah satu jam atau besok terserah kamu, di saat kamu merasakan istirahat yang cukup, ketika kamu keluar nanti akan ada perawat yang memberikan obat-obatan, saya mohon izin keluar sekarang..
  • Levy: George kalau bisa kamu di sini saja hingga esok, karena ini agar kesehatanmu lebih terjamin.
George menguatkan gengaman ke tangan Levy,dan melihat ke arahnya dengan penuh syukur..
  • George: Terima kasih Levy, saya harap bisa segera kembali ke hotel, dan saya minta maaf tidak bisa meneruskan perjalanan..
Sambil menarik tangannya dan diletakannya di atas dadanya, kemudian dia mengangkatnya dan menciumnya..
  • George: Saya minta maaf Levy.
Levy lebih banyak bingung, terlihat dari wajahnya yang malu meskipun dia merasakan banyak kebahagiaan dan kegembiraan, dia tersenyum untuknya.. dia berharap padanya supaya jangan terburu-buru, hari ini istirahat karena masih siang dan masih lama terbenamnya matahari..
  • Levy: Kamu minta maaf kenapa? kamu jangan minta maaf, yang penting kamu harus sehat.
Levy menyelesaikan prosedur keluar untuk George, mengambil hasil pemeriksaan yang telah siap bersama obat-obatan, dan membuat janji besok jam 10 pagi.
  • Levy: Apakah harus dia, atau saya yang datang untuk ambil hasilnya?
  • Dokter: Kalau dia kembali lelah maka datanglah bersamanya, kalau tidak cukuplah kamu datang besok untuk mengambil hasil pemeriksaan.
  • Levy: Saya akan datang besok untuk ambil hasilnya kalau begitu, apakah dia mau keluar dengan mobil ambulan atau mobil saya?
  • Dokter: Dengan mobilmu, kemudian dia keluar berjalan kaki seperti yang akan kamu lihat..terus Levy melirik ke George, dan berkata padanya : silahkan kamu bisa berjalan sekarang.
  • Levy: Kalau begitu kamu tunggu saya akan membawa mobil ke dekat pintu.
Levy kembali, memegang tangan George untuk masuk ke mobil, dibukakan pintu untuknya, dan dia selalu disamping untuk membantunya.. dia melihat ke dalam dua mata Levy yang kebiru-biruan terlihat jelas ada rasa kasih dan sayang…
  • George: Terima kasih Levy, saya tidak tahu bagaimana membalas kebaikanmu..
Dengan gerakan tanpa disadari. George melirik ke arahnya. mendekatkan tubuhnya dengan Levy, kemudian memeluknya dan menciumnya dengan ciuman yang panjang, lalu Levy semakin bingung , meskipun senyuman mengisi malunya berubah untuk menyembunyikannya..
  • Levy: Maaf hari ini adalah hari untuk ibadah saja, kamu tidak perlu berterima kasih pada saya, sebab saya melakukan ini dengan apa yang diperintahkan hati kecil saya.
  • George: Saya minta maaf mungkin telah menyusahkanmu, saya belum tahu bagaimana untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih saya makanya saya cium kamu.
  • Levy: Ini bukan waktu yang tepat.. kamu bisa istirahat sekarang.. kemudian dia tersenyum dengan nada sinis : sering kali Kach mencium saya tapi dia tidak minta maaf! Sungguh saya amat benci padanya.
  • George: Maafkan saya, saya tidak bermaksud untuk menyakiti kamu, dan tidak tahu bagaimana saya bisa lakukan itu, mungkin hal itu sedikit kelemahan dari saya, karena sakit, atau mungkin seperti yang dikatakan Habib : bercampurnya rasa kagum dalam ruh yang cantik dengan rasa kagum dalam jasad yang indah.
  • Levy: Atau mungkin efek dari bersatunya jiwa kita seperti yang kita bicarakan tadi, sudahlah lupakan topik ini, bagaimana perasaanmu sekarang?
  • George: Saya merasa malu dengan kamu dan diriku sendiri, sungguh saya lemah dihadapan syahwat saya, percayalah bukan saya bermaksud untuk menyusahkanmu , hal itu sesungguhnya hanya ungkapan apa yang ada dalam hati saya.
  • Levy: Sudah kita tinggalkan saja topic ini, saya telah katakan padamu bahwa Kach sering kali mencium dan memperkosa diriku namun dia tidak pernah minta maaf, bahkan dia menghina diriku, kadang saya menikmati hubungan seks dengan kebusukan Kach, coba kamu bayangkan saya bersenang-senang dengan memaksa diri melepaskan prinsip ., Mungkin benyamin ada benarnya bahwa kita member kenikmatan pada tubuh dengan cara melukai dan bahkan membunuh jiwa kita.
  • George: Atau mungkin kita belum menemukan jalan agar jiwa dan dan badan kita berjalan serasi, dan Jiwa kita membahagiakan fisik kita, begitu juga sebaliknya.
  • Levy: Mungkin proyek kamu dalam mencari jalan kebahagiaan akan mengantarkanmu pada hal itu, maka jangan lupa kamu untuk memberitahuku saat kamu menemukannya, kalau tidak saya tidak akan memaafkanmu.
  • George: Saat saya berhasil menemukan jalan ini , setiap orang yang saya jumpai menunggu jawabannya, sekali lagi saya minta maaf dan berterima kasih pada kamu levy.
  • Levy: Kita akan sampai di hotel beberapa menit lagi, saya mau kamu istirahat yang cukup hari ini di kamarmu, saya akan atur makan malamnya sampai di kamarmu, karena kita telah melewati kesempatan makan siang, dan akan tiba padamu sarapan di waktu pagi nanti.. saya akan pergi ke rumah sakit, datang untuk mengambil sisa hasil pemeriksaan, kemudian menemui kamu, kapan kamu akan pulang?
  • George: Saya telah mengunci lisan saya, terima kasih buatmu, kepulangan saya pukul 6 sore.
Mereka sampai di hotel, dan Levy naik bersamanya menuju kamar hingga ke atas kasurnya..
  • Levy: Sebenarnya saya ingin duduk menemamimu, tapi saya takut membuatmu lelah dengan adanya saya dan diskusi kita, maka dari itu lebih baik saya pulang saja.
  • George: Kamu tidak tahu seberapa besar bahagianya saya diskusi dengan kamu, tapi pulanglah agar kamu bisa beristirahat, karena saya telah membuatmu lelah
  • Levy: Matahari telah terbenam, saya ingin berbuat sesuatu tapi saya tidak tahu kenapa, dan kamu bisa menfasirkannya sendiri
  • George: Saya belum mengerti!
Levy mendekati George terus memeluknya menciumnya dengan ciuman yang lama.. George merasa dirinya seperti tumbuhan padang pasir yang disirami air, meskipun lelah dan terasa berat namun dia berharap berpelukan lama dan lebih dekat..
  • Levy: Hari sabtu telah berlalu, dan saya akan meniggalkan buat kamu interpretasi apa yang telah saya lakukan, saya tidak tahu kenapa saya lakukan itu, sampai jumpa lagi.
Perginya Levy sangat tiba-tiba bagi George, dia belum faham maksud dari tindakan tiba-tiba dari Levy, sebagaimana dia belum faham apa maksud perbuatannya ketika dia mencium Levy.. coba lihatlah apakah berbuat sesuatu tanpa sadar? atau kelemahan karena sakit? atau bersatunya jiwa masing-masing yang bisa meinterpretasi hal itu? atau itu nafsu dorongan seksual dan kesalahan semata? atau perpaduannya kekaguman antara ruh dan jasad seperti yang dikatakan oleh Habib?.. apapun alasannya, yang pasti hal itu menjelaskan betapa lemahnya seorang manusia.. dan bahwa kita membutuhkan Yesus untuk menghapuskan segala dosa dan kesalahan kita,. Kemudian ia mengalihkan fikirannya pada Levy dan dia ingat perhatiannya dan kekhawatirannya, . Sementara itu ia dalam keadaan begitu telepon gengamnya berbunyi, dan ternyata Katrina menelponnya..
  • Katrina: Sayangku bagaimana kesehatanmu sekarang?
  • George: Sehat dan segala puji bagi Tuhan saya baru saja keluar dari rumah sakit dan sekarang sudah membaik, siapa yang memberi tahu tentang saya sakit?
  • Katrina: Kamu sakit sayang? sakit apa? Tom lah yang telah mengabariku di saat upacara gereja kemarin karena kamu mengirim email padanya mengabari kamu sedang lelah.
  • George: Tom lagi, tom lagi?
  • Katrina: Sayangku apakah kamu masih ragu padaku ?
  • George: Sama sekali tidak, saya sehat saja dan besok saya pulang, pesawatnya take off jam 6 sore.
  • Katrina: Kami akan menunggumu dengan mobil ambulan.
  • George: Tidak usah , saya sehat-sehat saja.
  • Katrina: Tidak masalah , kami hanya ingin memastikan keaadaankamu tenang.. dan saya tidak ingin lama-lama berbicara denganmu sekarang kamu istirahatlah dulu, saya doakan semoga kamu selalu dijaga Oleh-Nya.
  • George: Semoga Tuhan selalu menjagamu.
George menyudahi percakapannya ditelepon dengan Katrina, dan pada saat itu dia sedang berfikir apa gerangan sehingga Katrina menelpon dia setelah Levy menciumnya, kembali ia teringat saat Tom mencium Katrina, dan seketika dia marah, dan bertanya-tanya : Apakah kita selembar bulu yang selalu ditiup angin? atau nasib yang mengendalikan sesuatu yang tidak dia ketahui? Apakah kesenangan jasad harus menyengsarakan jiwa dan prinsip ! mungkinkah keduanya bersatu! tampaknya hari-hari mendatang merupakan simpul peristiwa yang sulit diprediksi.
Sementara itu pekerja hotel telah sampai dengan bawa makan malam ke kamarnya, dan pelayan itu masuk sambil tersenyum, dan dia ucapkan salam hormat pada george.
  • Pelayan: Tampaknya wanita itu menyukai anda dan sangat perhatian, dia sendiri yang memastikan kualitas makanan, dan dia memberikan informasi kepada kami untuk mengingatkan anda untuk makan obat, dia belum pergi sampai dia pastikan kami telah naik menuju kamar anda dengan membawa makanan.
  • George: Baik, terima kasih banyak.
George makan malam dengan cepat.. Kemudian setelah itu dia menjatuhkan diri di atas kasurnya berfikir tentang semua hal yang terjadi hari ini, dia sangat ingin melihat emailnya, tapi ia memutuskan untuk melihatnya besok hari..

(3)

George baru bangun dari tidurnya pukul 9 pagi, ketika pintu kamarnya diketok oleh pelayan untuk menyediakan sarapan.
  • Pelayan: Ini arahan dari kekasih anda, dia tadi menelepon setengah jam yang lalu untuk memastikan kesiapan sarapan anda, dan dia juga menelepon pada pukul 2 malam tadi, memastikan supaya kami menghubungi anda untuk makan obat .. anda sangat beruntung mendapatkan wanita yang menarik cantik dan penuh cinta, bahkan seorang kekasih dan perhatian seperti dia?
George berterima kasih padanya, dan tidak menjawab pertanyaannya yang sering diulangi pelayan : ” menarik, kasih saying dan perhatian”, kemudian dia menyantap sarapannya, sambil membuka laptopnya, untuk melihat emailnya, terus menjawab email sebisanya, kemudian menulis email ke Tom dan Adam mengabari mereka berdua tentang sakitnya, dan akan pulang hari ini ke London, lalu bertanya pada mereka berdua : Apakah kalian tahu sesuatu tentang kesenangan jiwa , atau Apakah jiwa tidak memiliki sesuaatu kecuali kesengsaraan, dan apakah kenikmatan hanya untuk fisik saja ? Apakah kita bisa memberikan pada keduanya kenikmatan, atau atau apakah kita harus menyakiti fikiran dan tubuh demi kesenangan jiwa?
Levy pergi ke rumah sakit, untuk mengambil sisa hasil pemeriksaan, kemudian dokter mengabarinya bahwasanya virus yang menjangkiti George adalah virus yang aneh dan jarang sekali, bahkan ini pertama kali secara ilmiah ada virus yang menyerang otak, yang berarti bahwa tim dokter dihadapkan pada satu kasus yang baru. Dokter menyarankan dia untuk kembali ke rumah sakit untuk waktu 1 minggu sampai 10 hari, kemudian sulit memprediksi gejala awal apa yang akan terjadi pada George, karena sesungghnya virus ini bisa saja aktif suatu waktu, dengan demikian perubahan bisa saja terjadi tiba-tiba pada keadaan George karenanya membutuhkan kehadiran dokter. Levy menangis sangat khawatir apa yang akan terjadi pada George, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, kemudian dia menghubungi Habib yang datang bersamanya ke rumah sakit, dia bertanya pada dirinya dan pada Habib : Kenapa dirinya merasa sangat dekat dan terhubung dengan George? Apakah ini nafsu syahwat terhadap lelaki yang menolak untuk berhubungan badan dengannya kemudian dia menuntut balas atas sifat kewanitaanya? atau hubungan antara ruh, fikiran, sikap, dan wawasannya? atau karena kesamaan dalam keterbukaan dan pencariaan tentang jalan menuju kebahagiaan, dia menanyakan hal demikian pada Habib sambil meratapi, dia berusaha untuk menenangkannya, kemudian mereka pergi bersama menemui George di hotel.
Telepon kamar george berbunyi disaat dia masih membaca emailnya yang sampai padanya, kemudian dia mengangkat telepon ternyata Levy berkata padanya :
  • Levy: Apakah kita boleh untuk naik ke kamarmu?
  • George: Silahkan saja, selamat datang.
Levy masuk kamarnya dengan senyum kesedihan, lalu menyapanya dan saling berjabat tangan dengannya..
  • Levy: Saya bersama seorang tamu apakah kamu izinkan dia masuk?
  • George: Jangan jadikan penghalang di antara kita, tamu kamu tamu saya juga, maka persilahkan dia masuk.
Masuklah Habib, kemudian dia disambut hangat dengan George, dan dia bahagia bersamanya.
  • Habib: Kelihatannya kamu sakit dengan karena saya, sebab sakitnya dimulai ketika kamu pergi dengan saya,dan Levy tidak ada kaitannya dengan ini.
  • George: Levy bebas dari segala penyakit, dia lebih bersih dari yang bersih.
  • Habib: Rayuan gombal apa ini, sedang saya berada di sini !
  • George: Hahaha, saya lupa anda adalah penjaga bagi kita.
Dengan senyum yang menyihir dan malu-malu Levy melihat ke George ..
  • Levy: Saya belum faham apa yang dimaksud sebenarnya bahwa Habib adalah penjaga, penjaga bagi kita dari apa?
  • Habib: Tidak apa-apa..George hanya berusaha mengadu kita saja.. kemudian dia menoleh ke arah George : dan berkata padanya bagaimana kesehatanmu sekarang?
  • George: Keadaan lebih baik seperti kamu lihat, saya sekarang lebih banyak membaik.. saya hanya lelah pada hari kemarin dan juga membuat Levy lelah
  • Levy: Kamu sama sekali tidak membuat saya lelah, dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan? saya selalu mengatur waktumu dalam kondisi yang sulit, saya berharap lain kali tidak membuat kamu lelah, seharusnya kita batalkan kunjungannya kalau saat itu kamu beritahu saya tentang sakitmu, mungkin ini kesalah fahaman dari saya!
  • George: Kamu tidak salah sama sekali, apa yang terjadi pada saya waktu itu adalah secara tiba-tiba.
  • Levy: Dokter menyarankan kamu untuk rawat inap 2 sampai 3 hari di rumah sakit mereka, apa pandanganmu?
  • George: Pesawat take off pada jam 6 sore, saya harus berangkat ke bandara setelah 2 jam 30 menit dari sekarang dan kamu mengatakan kepada saya 2 sampai 3 hari!
  • Levy: George saya berharap padamu bisa tinggal 2 sampai 3 hari saja dan biar kita lebih tenang.
  • George: Saya baik-baik saja, apa hasil medis yang diberikan oleh Dokter?
  • Habib: Berikan padanya ya Levy, hasilnya bagus, dan sebenarnya dia ingin memastikan kondisi kamu.
George mengambil surat hasil keputusan terahkir dokter dari Levy dan dia melihat kedua matanya, dan berjanji padanya bahwa ia akan mengurus dirinya sendiri dan pergi ke rumah sakit langsung sesampainya di London..
  • Levy: kamu harus pergi ke dokter lebih dulu setelah sampai di London dan biar kami tenang dengan kondisimu George
  • George: Katrina istri saya tahu bahwa saya sedang sakit dan dia katakan bahwa dia akan menunggu saya dengan mobil ambulan di bandara, saya meminta kepadanya untuk tidak melakukannya kemudian dia tetap mendesak, dia keras kepala seperti kamu Levy.
  • Levy: Bagus apa yang dilakukan Katrina, agar kami di sini tidak merisaukanmu, kita memiliki waktu 2 jam kira-kira dari sekarang. kamu harus makan siang, kemudian siapkan kopermu untuk pulang.
  • George: Makan siang setelah 1 jam dari sekarang bersama-sama di restoran hotel, saya mengajak kalian dan jangan menolak ajakan saya, saya hanya butuh waktu 15 menit tidak lebih setelah makan untuk mandi dan menyiapkan koper saya.
  • Levy: Kami berdua setuju makan siang tapi di kamar saja bukan di restoran hotel, supaya kami tidak membuatmu lelah.
  • George: Oh Levy..saya hanya ingin sedikit bergerak, dan ke restoran sama sekali tidak membuatku lelah.
Habib, dia berusaha untuk memotong rasa cinta yang tersembunyi di antara mereka berdua..
  • Habib: Untuk memanfaatkan sisa waktu kita , apa berita terbaru tentang jalan kebahagiaan?
  • George: Ini perjalanan kedua saya ya Habib untuk mencari jalan menuju kebahgiaan, saya telah banyak menghabiskan waktu dan tenaga dalam berbagai pertemuan dan diskusi, saya berharap kamu doakan semoga kesungguhan saya ini meraih kesuksesan.
  • Levy : Kesuksesan kamu kesuksesan kita semua, dan kami akan menunggu hasil dari pencarianmu.
  • Habib : Kemana pertama kali kamu melakukan perjalanan?
  • George: Saya katakan pada kalian urutannya seperti yang dikatakan Katrina : Negara yang penuh keajaiban, negara yang penuh konflik dan perlawanan, kemudian terakhir negeri gereja.
  • Habib : Negara yang penuh keajaiban yang kami tahu yaitu India, dan negara yang penuh dengan konflik dan peperangan yang kami tahu yaitu di mana kamu berada sekarang, kemudian apa yang kamu maksud dengan negeri gereja?
  • George: Oh itu Roma dan Vatikan, saya rasa kamu harus pergi kesana untuk perjalanan selanjutnya.
  • Habib : Yerusalem mungkin banyak kejadian yang bermanfaat darinya, dia itu tempat lahir agama, tempat rujukan bagi agama dan konflik di dalamnya juga. kalau Vatikan bisa diartikan sebagai tujuan utama kamu, karena negara itu sebenarnya tempat-tempat yang paling penting bagi kaum Nasrani dengan keberagaman agamanya, tapi India bagaimana ceritanya?
  • George: Pertanyaan pertama : apakah agama samawi (langit) lebih utama atau agama bumi? makanya saya pergi ke india dalam rangka untuk memastika hal itu, kemudian pertanyaan..
  • Levy : maaf saya memotong seharusnya pertanyaan pertama : apakah Agama atau Atheis yang lebih baik?
  • George: Kamu benar, tapi saya masih tetap dan tidak berubah pandangan bahwa Ateis itu sakit jiwa yang diakibatkan oleh falsafah pembenaran, karena kalau tidak, sebenarnya di dalam diri mereka percaya akan adanya tuhan, dan tidak kamu tidak mendapati banyak penyakit kegelisahan dan kejahatan kecuali pada Atheis.
Habib tersenyum sambil melihat ke Levy dan berkata :
  • Habib : Kamu benar tapi seharusnya kamu meneliti ini dengan objektif dan ilmiah.
  • George: Saya betul-betul telah menelitinya! tapi kemana saya bisa pergi untuk melihat itu?
  • Habib : haha, pergilah temui semua orang atheis , dan kamu akan bisa buktikan apa yang kau bilang! saya tidak tahu bagaimana cara mereka menanggung beban jiwa!!
  • Levy: karena itu mereka adalah orang-orang lebih tertekan dan sering ingin bunuh diri.
  • George: Biarkan saya melanjutkan, pertanyaan kedua : setelah kita simpulkan bahwa agama bumi merupakan takhayul dan tipuan belaka, maka agama samawi apa yang paling baik? Maka tujuan perjalanan ke negara Yerusalem untuk melihat agama Yahudi dari dekat.. kemudian dia menoleh ke Levy, dan berkata : saya sangat bahagia bisa berkenalan dan berteman denganmu.
  • Habib : Jadi percakapan kita kemarin tentang Kristen, sekte dan perangnya, adalah pengantar diskusi perjalanan ketiga?
  • George: Ya benar, ini pada tempatnya, saya akan melakukan perjalan ketiga ke Vatikan, agar saya mengenal lebih tentang agama Nasrani.
  • Habib : Sisanya kamu mengenal agama Islam.
  • Tampak jelas marah dari wajah Levy, dan berkata: agama orang Barbar , pergilah ke Mekkah untuk lebih mengenalnya, kamu tidak akan diperbolehkan masuk oleh mereka sekuat apapun usahamu.
  • George: Haha, kurangi marahmu, sebenarnya saya berharap bertemu orang islam sini yang berada di Yeusalem, kamu jangan lupa kebanyakan penduduk sini adalah orang Islam, tapi itu sulit karena perjalanan yang singkat, dan sakitku juga, dan secara umum saya sudah tidak perlu lagi pergi ke negara Islam.
Habib melihat kedua mata Levy..
  • Habib : Adapun larangan bagi non muslim masuk ke Mekkah, sama seperti pelarangan Yahudi pada orang Islam untuk pergi ke Tembok Ratapan, atau seperti larangan bagi kaum wanita masuk ke Tembok Ratapan, ataupun juga larangan bagi pemuda muislim melaksanakan solat di Masjid al Aqsha pada hari jum’at,atau..
  • George: Tenang, bukankah saya sudah katakan, kamu itu orang islam yang menyamar menyamar menjadi katolik !
  • Levy: haha, dia selalu seperti itu, dan sekarang orang bersama bersama saya adalah orang yang satu agama dengan kamu dan dia melawanmu Doktor.
  • Habib: Jangan kamu memprovokasi George melawan saya, dia akan pulang hari ini, dan kita akan lanjutkan diskusi kita, tapi dengan cara adil dan objektif. George sebagaimana kamu sudah mencarinya di dalam agama Yahudi dan Nasrani, maka kamu harus mencarinya dalam agama Islam. Bukan saya minta darimu ya George untuk meneliti atheis? apakah Atehis lebih baik dari Islam dalam pandangan kalian berdua?
  • Levy: Haha, mungkin.
  • Habib: Waktu makin cepat berlalu, Apakah kamu mau kita turun dulu ke restoran atau kita turun bersama?
  • Levy: Kita harus membantunya untuk turun karena dia masih dalam keadaan lelah.
  • George: Terima kasih Levy, kalian dahulu saja nanti saya akan nyusul, saya mau ke kamar mandi dulu, silahkan .
Habib dan Levy turun menuju restoran, mereka memilih meja yang cocok, kemudian duduk sambil menunggu George, kemudian Habib memulai berbicara..
  • Habib: Saya takut kamu kagum dengannya lebih dari biasanya.
  • Levy: Kenapa?
  • Habib: Maaf, bukan mau ikut campur tapi pandangan kalian berdua saling mencurigakan, dan pembicaraan kalian berdua seperti sepasang kekasih.
  • Levy: Saya tidak tahu mengapa sampai pada taraf ini! sedangkan dia seperti yang saya katakan pada kamu dari awal dia menolak segala sesuatu yang berhubungan dengan seks, dia mengatakan pada saya dia menyintai istrinya dan kalau membuat hal itu sama aja berkhianat.
  • Habib: Saya sudah bilang padamu jangan campur adukkan antara kekaguman pada ruh dan akhlak, dengan kekaguman yang sifatnya syahwat dan nafsu seks.
  • Levy: Kemarin terjadi hal yang sangat aneh sekali, saya membawanya ke rumah sakit karena dia lelah dan hampir pingsan, kemudian dia mencium saya dan itu pertama kalinya, dan ketika saya membaringkan dia di atas kasur di kamarnya saya melakukan seperti dia lakukan pada saya dan saya menciumnya.
  • Habib: Ciuman. Amat disayangkan. Hal itu suatu hal biasa di lingkungan kalian berdua, tapi yang bukan kebiasaan kalian berdua adalah membuang prinsip kalian.
  • Levy: Saya tidak tahu apa yang terjadi, saya kira seperti apa yang kamu katakan, atau itu kelemahan yang manusiawi.
Pada waktu itu George datang dan duduk di meja bersama mereka berdua..
  • George: Restoran sudah buka, apakah kalian ingin berdiri bersama dan kita ambil makan siang kita? silahkan.
Setelah mereka berdua bertemu di meja untuk kesekian kalinya.. Habib menyarankan ke George dan Levy untuk menyambung perbincangan, ini adalah kesempatan yang berharga pertemuan kita bertiga sekaligus...
  • Habib: Kita lanjutkan sampai dimana kita tadi, saya rasa, kamu harus melakukan perjalanan khusus sekali lagi ke negeri orang islam.
  • Levy: Meskipun saya selalu berseberangan dengannya , saya sepakat, karena dia membela atheis sebagaimana ia membela Islam.
  • Habib: Haha, tidak dan tidak akan pernah saya membela Atheis ataupun Islam, saya hanya bicara tentang metodologi ilmiah dalam mencapai kepada hakikat.
  • George: Setiap kali saya melakukan perjalanan selalu ditemani dengan perbincangan yang panjang dan banyak kesamaan dalam perbincangan kita ini, juga ditemani dengan bacaan yang sangat luas, pemikiran yang mendalam, dan banyak musyawarah setelah kepulangan saya, namun perjalanan kali ini jumlah informasi lebih banyak daripada waktu perenungan, semoga saya bisa melakukan perenungan setelah kembalinya saya, Sungguh perjalanan kali ini sangat kaya manfaat
Levy melihat ke dua bola mata George dengan sabar.
  • Levy: Apakah mungkin saya bertanya satu hal, saya harap tidak membuatmu tersinggung?
  • George: Silahkan
  • Levy: Apabila kamu yakin dengan Yahudi, atau Katolik, atau Ortdoks, sampai Islam atau juga Protestan adalah jalan menuju kebahagiaan, apakah kamu akan pindahlangsung pindah keyakinan, atau kamu akan mulai menghitung untung dan rugi??
  • George: Saya percaya setiap hitungan untung dan rugi akan berakhir kalau saya menemukan jalan menuju kebahagiaan, itu adalah suatu keuntungan yang besar, apakah ada yang lebih bahagia dan beruntung daripada perjalanan menuju jalan kebahagian ini.. yang penting saya harus menemukannya.
Habib melihat ke arah George dengan ketegasan, dan berkata padanya :
  • Habib: Kamu akan menemukannya, pasti kamu akan menemukannya, tapi saya ragu apa yang kamu katakan barusan..
  • George: Kamu ragu dalam hal apa?
  • Habib: Saya ragu karena hal, karena tidak ada perhitungan untung maupun rugi. beberapa keputusan akan menjadi sangat sulit..!!
  • George: Bagaimana?
  • Habib: Biarkan saya menjelaskan, setiap orang yang mempunyai sakit gula mengetahui bahwa menggunakan gula secara berlebihan akan berbahaya bagi mereka. Namun mereka tetap saja memakainya! Setiap orang yang mempunyai lemak berlebih mereka tahu kalau makan lebih banyak tidak sehat, bahaya baginya tapi mereka tetap juga makan banyak. .
  • George: Apa hubungannya dengan itu semua?
  • Habib: Pindah keyakinan sangat sulit sekali daripada mengganti kebiasaan pola makan, bahkan itu sama halnya dengan menggantikan makna kehidupan, kemudian dia menoleh ke arah Levy dan berkata : saya percaya sesungguhnya Levy faham ini dengan baik, dan apapun kondisinya kamu akan menemukan jalan pastinya.
  • Levy: Kenapa kamu begitu yakin seperti ini? bukankah kalian berdua sedang berusaha mencarinya tapi belum menemukannya sampai sekarang?
  • Habib: Tidak mungkin dengan tekad yang bulat seperti ini kamu tidak menemukannya, kemudian dijauhkan dari kasih sayang Tuhan bukankah dia akan menolong siapa yang ingin mencapai kebenaran.
  • George: Kamu mengingatkan saya dengan orang tua yang bahagia, yang pernah bertemu dengan saya dan mengatakan sesuatu yang sama.
  • Habib: Apa kata orang tua itu?
  • George: Mungkin kalian akan merasa sedikit aneh apa yang akan saya katakan, ketika saya pergi untuk bunuh diri, kemudian saya bertemu dengannya dan terlihat darinya kebahagiaan, lalu saya bertanya padanya apakah kamu bahagia? kemudian dia menjawab ya, saya tanyakan lagi padanya bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan? Jadi, dia yang pertama kali yang bilang pada saya kata “jalan kebahagiaan”
  • Habib: apa jawabannya terkait pertanyaanmu?
  • George: Dia tidak menjawabnya, tapi dia bilang pada saya : Kalau kamu memiliki tekad yang bulat dan kesungguhan maka kamu akan sampai padanya.
  • Habib: Apakah kamu masih berkomunikasi dengannya setelah itu?
  • George: Sayang sekali, saya belum sempat minta nomor telepon dan alamatnya.. dialah yang minta nomor telepon dan alamat saya, tapi dia belum menghubungi saya.
  • Levy: Maaf, George waktu berlalu dengan cepat, saya rasa kamu harus menghabiskan makan siangmu, dan menyiapkan barang-barangmu dengan cepat.
  • George: Saya tak akan terlambat.. kira-kira 15 menit saya akan bersama kalian lagi.. kemudian dia naik ke kamar.
  • Habib: Saya kagum dengan keberanian George dan kesederhanaanya.
  • Levy: Saya juga begitu.
  • Habib: Secara pribadi saya boleh mengaguminya seperti apa yang saya mau, karena saya laki-laki, tapi kamu harus berhati-hati dengan dirimu.
  • Levy: Orang arab mereka membedakan antara laki-laki dan perempuan!!
  • Habib: orang arab atau Yahudi? saya kira kita telah memotong topik diskusi diantara kita, tapi hanya tinggal beberapa tema yang kamu tidak bisa menafikannya
  • Levy: Contohnya seperti apa?
  • Habib: Haha, seperti tampang saya tidak cantik sepertimu, dan saya bukan perempuan, dan kamu bukan laki-laki.. apakah kamu mau merubah sesuatu kebiasaan? makanan adalah makanan tidak sama dengan minuman, bagaimanapun kita berusaha, dan setiap orang itu mempunyai pekerjaan yang berbeda, kamu akan tetap jadi wanita muda yang cantik dan komunikatif, dan saya juga lelaki yang komunikatif. tapi kalau membuat wanita seperti anjing atau kotoran atau najis.. ini tidak muncul dari pribadi atau agama yang menghormati penganutnya.
  • Levy: Saya tahu apa yang kamu maksud, saya harap kamu tidak mengkritik berlebihan.
  • Habib: Maaf, tapi yang penting kamu tetap kagum padanya dari sisi pemikirannya, tekadnya akhlaknya dan ruhnya, tapi tidak dengan jasadnya, dan sebelumnya saya telah mengatakan kepadanya hal itu, inilah makna saya menjadi penjaga bagi kalian berdua.
  • Levy: Ooh.. saya baru faham makna penjaga.. dan saya akan berhati-hati, cukuplah apa yang terjadi kemarin..
George turun dengan buru-buru, lalu dia selesaikan adminstrasi hotel, setelah itu dia menghampiri Levy dan Habib yang telah menunggunya.
  • Habib: Kelihatan bahwa waktunya sudah tiba dihapan kita..apakah kita akan pergi?
  • George: Ayo kita pergi, saya takut nanti jalanan macet dan banyak pos-pos pemeriksaan di jalan.
  • Habib: Semoga tuhan menjagamu, kamu akan dihantar Levy, adapun saya minta maaf tidak bisa karena saya ada janji, tapi kamu jangan lupa kasih kabar ke kami tentang perkembangan jalan menuju kebahagiaan.
  • Levy: Apakah kamu tidak mau menjadi penjaga?
  • Habib: Haha, tidak ada yang menjaga kalian berdua kecuali Tuhan, dan tidak ada yang menghalangi manusia dari berbuat sesuatu kecuali prinsipnya.
  • Levy: Saya akan bawa mobil dekat dengan pintu untuk mengangkut kopermu,
  • Habib: Saya berterima kasih padamu George kamu telah menghibur kita, dan saya akan menunggu kabar darimu, semoga tuhan menjagamu dan jangan lupa pergi ke rumah sakit terdekat di London sekiranya kamu telah sampai, dan jangan lupa untuk mengambil injeksi yang ada pada Levy.
  • George: Injeksi apa?
  • Habib: Injeksi itu bisa kamu pakai kalau kamu merasa lelah di pesawat, Dokter memberikannya kepada kami .
  • George: Terima kasih buat kalian berdua.

(4)

George keluar dan dia menemui Levy sedang menunggunya di dalam mobil, dan koper sudah diletakkan di dalam bagasi mobil, kemudian bersama dengannya dia pergi ke bandara..
  • Levy: Kami akan kehilangan kamu George, belum lama kamu tinggal bersama kami hanya dengan hitungan hari, tapi kamu punya tanda bekas yang jelas yang tidak sulit dilupakan.
  • George: Tapi senyumanmu yang cerah, wawasanmu dan pemikiranmu itu. yang tidak bisa dilupakan, saya banyak mendapatkan dari kamu, dan selalu saja menyusahkan dirimu, yang terpenting saya berterima kasih sekali padamu.
Kedua mata Levy telah dipenuhi dengan air mata.
  • Levy: Saya akan kehilangan diskusi dan perbincangan dengamu… dan tatapanmu, saya akan kembali untuk membiasakan diri terhadap penindasan yang selama ini saya rasakan
  • George: Orang seperti Benyamin itu tidak pantas ditangisi.
  • Levy: Masalah bukan pada Benyamin atau semua orang Yahudi, masalah yang sebenarnya yaitu di dalam saya, saya tidak tahu bagaimana menemuka jalan menuju kebahagiaan, dan saya merasakan kebahagian dengan diskusi kita.
  • George: Kita akan teruskan diskusi kita bersama , dan kamu juga akan melanjutkan diskusimu dengan Habib.. kamu tahu tidak! kamu benar, sejak saya mulai memilih untuk berjalan pada jalan menuju kebahagiaan tidak kegelisahan yang menghampiri, yang dulu sering menghampiri diri saya.
  • Levy: Saya anggap ini adalah janji darimu agar kamu memberi kabar pada saya, sampai di mana kamu berjalan di jalan menuju kebahagiaan, dan saya akan menepati janji padamu Untuk member kabar diskusi saya dengan Habib?
  • George: Janji..tapi dengan satu syarat.
  • Levy: Apa syaratnya?
  • George: Hapuslah air matamu dan tersenyumlah, saya berharap bisa lihat wajahmu berseri-seri.
  • Levy: Kita telah sepakat, dan saya minta maaf apa yang terjadi pada hari kemarin ketika mau meninggalkanmu, percayalah pada saat itu saya tidak tahu kenapa saya melakukan itu.
  • George: Saya memahamimu dengan baik, karena saya juga seperti dirimu tidak tahu kenapa saya melakukan hal yang sama ketika kita pulang dari Tembok Ratapan.. haha, mungkin karena saya belum bisa nangis pada saat di Tembok Ratapan.
  • Levy: Dan kenapa kamu tidak menangis?
  • George: Kenapa saya harus menangis? menangis di kuil yang mereka belum menemukan buktinya sama sekali sampai sekarang meskipun setiap mereka berusaha menemukannya.
  • Levy: Apakah kamu tidak merasakan bahwa kamu telah melewati batas saat berbicara tentang agama saya?
  • George: Haha, saya minta maaf, dan saya akan melupakan apa yang saya lakukan maka saya juga akan melewati batas dalam agama Kristen Protestan, mereka orang yang jahat telah membunuh jutaan Kristen Katolik di Eropa.. Apakah kamu rela dan memaafkan saya nonaku?
  • Levy: Saya maafkan anda tuanku.. tapi dengan satu syarat.
  • George: Kamu membalas saya, apa syaratnya?
  • Levy: Kamu kabari saya besok, walaupun dengan satu email.
  • George: Kita sepakat.
  • Levy: Hah kita telah sampai, ini adalah Bandara Ben Gurion nama perdana menteri pertama di Israel, dan sekedar informasi : bandara ini dulu pernah mendapatkan penghargaan bandara terbaik di wilayah timur tengah.
George telah menyelesaikan prosedur perjalanan dan Levy menunggunya, ketika George masuk ke pintu masuk, Levy menyodorkan tangannya dengan sebuah obat, dan berkata : ini dari dokter kalau kamu merasa panas tubuhmu secara tiba-tiba atau lelah pakai ini, maka akan buatmu tertidur sampai kamu tiba di London.
  • Levy: Terima kasih.
Kedua mata Levy mulai dipenuhi kembali dengan air mata, dia mengulurkan tangannya tanda salam perpisahan dengan George, kemudian dia berkata : terima kasih buatmu dari hati saya yang paling dalam dan terima kasih setiap momen yang kita lalui bersama, kemudian george menyalaminya, meletakan tangan yang lainnya diatas tangan Levy, dia merasa bahwa dia akan kehilangan seorang kekasih bertahun-tahun yang mengenalinya, tapi ia mengontrol apa yang bergejolak dalam dirinya Begitu juga dengan Levy.
  • George: Semoga Tuhan Yesus menjagamu.
  • Levy: Begitu juga kamu semoga Tuhan menjaga dirimu.
Kemudian Levy menoleh ke belakang dan Hati serasa teriris karena berpisah dengan George.

Related Posts


Subscribe