Jalan atheis ataukah jalan agama?!

 Jalan atheis ataukah jalan agama?!

Jalan atheis ataukah jalan agama?!

Manusia menempuh dua cara dalam menjawab pertanyaan itu; cara atheis yang berkeyakinan bahwa tidak ada Tuhan dan alam semesta adalah materi dan cara agama yang meyakini bahwa Allah adalah pencipta segala sesuatu, dari situ muncul beberapa pertanyaan, diantaranya:

Apakah mungkin alam semesta sejak dahulu ada dan terjadi secara spontanitas tanpa diketahui kapan awal mulanya?

Apakah masuk akal bahwa kejadian spontanitas menghasilkan alam semesta yang teratur rapih?!

Apakah kemajuan yang dicapai manusia pada saat ini melalui proses perkembangan sepanjang sejarah keberadaan manusia ataukah itu terjadi secara spontan dan acak?! Dan kita hanyalah bagaikan bulu yang dibawa oleh angin ke mana saja bertiup?!

Apakah manusia adalah Tuhan yang membuat aturan, pencipta, Dia adalah segala-galanya dan tidak ada sesuatu di balik semua itu?

Apakah alam gaib hanyalah fatamorgana yang harus tersembunyi di hadapan orang-orang atheis dan alam nyata?

Tentukan tujuanmu

1_4.jpg
Ralph Emerson
Filosof Amerika
Alam semesta membuka jalan bagi siapa saja yang tahu arah tujuannya

Ilmu dan agama

1_5.jpg

Einstein
fisikawan
Aku tidak berpendapat bahwa ilmu akan selalu bertentangan dengan agama. Pada kenyataannya aku mendapatkan hubungan erat antara keduanya; oleh karena itu aku katakan bahwa ilmu tanpa agama pincang dan agama tanpa ilmu buta. Keduanya penting, dan akan saling mendukung. Menurutku bahwa siapa yang tidak dapat melihat hakikat ilmu dan agama bagaikan orang mati

Apakah manusia materi yang hampa dari segala pertimbangan atau ia pada asalnya kera lalu berkembang sejalan dengan zaman?

Bagaimana bisa benda mati dapat menciptakan manusia yang terdapat padanya sifat-sifat mulia lagi tinggi dan memiliki susunan tubuh yang menakjubkan?! Bagaimana bisa sesuatu yang tidak memiliki apapun dapat berbuat?!

Apakah kehidupan dunia adalah tujuan akhir dan penghujung angan-angan manusia, dan tidak ada artinya apa yang disuarakan oleh agama-agama samawi tentang adanya kekuatan lain selain manusia atau kehidupan lain selain kehidupan dunia?

Allah Ta’ala telah berfirman tentang pemikiran mereka: {Dan mereka berkata: Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja}
[QS. Al Jatsiyah:24]

Dan Allah berfirman tentang orang- orang yang mengingkari-Nya: {Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang- orang yang berbuat kebinasaan} [QS. An Naml:14]

Orang-orang atheis mengakui ketidakmampuannya mengungkap rahasia eksistensi kehidupan sesuatu, sekecil apapun benda

Atheisme adalah suatu kebodohan

1_6.jpg
Newton
Filosof
Atheisme adalah suatu kebodohan; ketika aku memperhatikan tata surya aku melihat bumi terletak pada jarak yang sesuai dari matahari yang memungkinkannya mendapatkan panas dan cahaya yang cukup, dan tentu ini tidak terjadi secara kebetulan

Indah dan teratur

1_7.jpg
Plato
Filosof Yunani
Alam semesta adalah bukti keindahan dan keteraturan, tidak mungkin semua itu terjadi secara kebetulan, namun ia adalah hasil karya suatu yang berakal, Ia memilih yang terbaik dan mengatur segala sesuatu berdasarkan tujuan dan hikmah

itu, juga mereka mengakui tidak mampu mengembalikan ruh ke jasadnya jika telah sampai ke tenggorokan, manakah materi yang mereka dengung-dengungkan bahwa ia adalah pencipta alam semesta?! Mengapa mereka tidak memintanya untuk mengembalikan ruh setelah jasadnya telah menjadi materi kering?

Lalu, mengapa umat manusia sepakat menghormati sikap keberagamaan sampai sedemikian rupa jika apa yang diklaim orang-orang atheis benar bahwa sikap beragama hanyalah ilustrasi?!

Mengapa para Rasul berhasil sepanjang zaman dan apa yang mereka wariskan tetap hidup dalam sanubari manusia, sedangkan hasil pemikiran manusia mati dan dilupakan bahkan membosankan padahal pengembannya begitu mahir dalam menyuarakannya?!

Bagaimana dapat dibedakan antara orang yang melakukan kebaikan dengan orang yang melakukan keburukan? Bahkan, apa yang menghalangi orang jahat untuk melakukan aksi jahatnya? Apa yang membuat hati orang kaya kasihan terhadap orang miskin? Apa yang menahan pencuri, penipu, pengkhianat, pecandu narkoba... apa yang menahan mereka melampiaskan hasratnya?

Masyarakat atheis hidup diantara mereka bagaikan kehidupan sekelompok serigala, hidup di sela-sela kazaliman, egoisme, cinta syahwat dan sebagainya; oleh karena itu, paham atheis adalah penyebab utama kesengsaraan dan kemiskinan serta semakin bertambahnya sifat dengki, cemas dan keragu-raguan, Allah Ta’ala berfirman: {Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta} [QS. Thaha:124]

Atheisme adalah paham rusak, tidak dapat diterima oleh nalar, logika dan fitrah, ia bertentangan dengan ilmu; oleh karena itu banyak ilmuan yang menolaknya, sebagaimana juga ia bertentangan dengan logika, karena paham ini menganut bahwa tidak ada logika dalam kehidupan, ia hanyalah spontanitas yang tidak diketahui lalu menciptakan alam semesta ini yang tercipta dengan indah, juga tidak mengakui fitrah; fitrah yang lurus mengajak beragama, bahkan bagi orang yang mengklaim paham atheis: {Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan [mereka) padahal hati mereka meyakini [kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan} [QS. An Naml:14]



Tags: